0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal Musim Hujan, Hama Kera Mengganas

dok.timlo.net/nanin
Serangan kera di ladang pertanian (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani di lereng Gunung Merapi dan Merbabu kembali diresahkan dengan serangan hama kera. Kali ini, serangan kera semakin meluas. Tidak hanya di ladang yang jauh dari pemukiman, namun kawanan kera ini juga mulai berani masuk ke ladang didekat pemukiman warga.

“Jumlahnya banyak, datang dengan bergerombol, bisa mencapai 50-an ekor,” ujar Dulconen (40), petani asal Desa Genting, Cepogo, Boyolali, Kamis (19/11).

Banyaknya jumlah kera ini, membuat petani tidak berani menghalau sendirian. Pasalnya, kawanan kera ini akan melakukan perlawanan. Selain itu, kedatangan kawanan kera ke lahan, biasanya saat ladang tidak sedang ditunggui.

“Kita jaga pagi, siang,sore, tapi datangnya kalau pas kita tinggal pulang, nanti kembali ke  ladang, tanaman sudah dirusak,” imbuhnya.

Kawanan kera ini selain merusak tanaman, juga memakan tanaman. Biasanya yang diincar adalah tanaman bawang merah, wortel, loncang dan jagung. Dulconen mengaku belum ada upaya untuk memberantas serangan hama kera.

“Harapan kita dinas turun tangan untuk ikut membasmi,sebelum tanaman habis dimakan,” tambahnya.

Serangan kera yang terjadi di Desa Samiran, juga membuat repot petani. Pasalnya, hama ini lebih sering merusak tanaman sayuran. Sedangkan yang dimakan hanya jagung dan ketela. Menurut salah satu petani, Martorejo (50), serangan kera sudah dirasakan sejak Erupsi Merapi 2010 lalu. Namun, bukanya berkurang, justru jumlahnya semakin banyak. Selain itu, juga lebih berani dengan manusia.

“Jumlahnya tambah banyak, biasanya satu rombongan hanya 10 ekor, saat ini mencapai 100 ekor,” kata Martorejo.

Menganasnya serangan kera ini diduga imbas dari kebakaran hutan di kawasan Gunung Merapi dan Merbabu serta dampak musim kemarau, sehingga di atas sudah tidak ada makanan berupa tumbuhan hijau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge