0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan pelanggaran Pemilu

Jika Terbukti, Guru SMKN 2 Wonogiri Bisa Dipecat

dok.timlo.net/tarmuji
Anggota Panwaslu Wonogiri Sriyanto Budi Santosa (kiri) menerima laporan tim advokasi Jos (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menyikapi adanya dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan AR, salah satu oknum guru, pihak SMKN 2 Wonogiri akan segera melakukan pemanggilan terhadap oknum guru tersebut untuk klarifikasi. Pihaknya tidak ingin grusa-grusu alias gegabah dalam menentukan keputusan.

“Saya belum bisa konfirmasi yang bersangkutan. Pasalnya, AR saat ini masih dinas luar. Dan secara pribadi kita baru saja mengetahui permasalahan ini pagi tadi,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 Wonogiri, Riyanto, Kamis(19/11).

Dia juga mengatakan, jika AR sendiri merupakan guru PNS di SMKN 2 Wonogiri. Selain itu, AR dikenalnya sebagai sosok guru yang baik.

“Saya yakin institusi SMKN 2 ini tidak terlibat dalam politik praktis. Dan sama sekali tidak punya itikad seperti itu. Bahkan,jauh-jauh hari kami telah mengimau agar guru-guru di sini untuk menjaga netralitas,” katanya.

Sapar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Wonogiri mengatakan ,sejauh ini kasus tersebut baru sebatas dugaan. Pihaknya memilih menunggu keputusan tetap dari Panwaslu. Namun demikian, pihaknya tidak akan tinggal diam. Secepat mungkin, yang bersangkutan bakal dipanggil untuk diklarifikasi. Dikatakan juga ,jika benar terbukti, AR pun bakal dikenai teguran dari pimpinan.

“Hal itu kan berkaitan dengan UU ASN. Padahal jika benar, sanksi terberatnya adalah pemecatan. Kita tidak mau grusa-grusu. Kita ingin menjaga kredibilitas guru PNS, dan juga kredibilitas sekolah,” tegasnya.

Disinggung soal iming-iming yang dijanjikann AR seperti pengakuan kelima siswa tersebut, menurut dia juga bisa saja sebuah kesalahan persepsi yang diterima siswa. Selama ini, bantuan siswa miskin (BSM) sudah ada sejak awal tahun ajaran baru, sehingga tidak bisa serta merta guru tersebut mencarikan bantuan BSM terhadap siswa.

“Sudah sejak awal tahun ajaran kita lakukan pendataan dengan bidang kesiswaan dan guru konseling (BP) yang kemudian ditindaklanjuti dengan visit home. Apalagi guru AR ini sama sekali tidak terlibat dalam kepanitian soal BSM. Hanya saja setalah didaftar para guru ini memang diberitahu nama-nama dan jumlah siswa penerima BSM disekolah kami ini,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge