0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pantun Perpisahan Bupati Danar Rahmanto

Mantan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto saat lepas sambut didampingi Pj Bupati Wonogiri Sarwa Pramana (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — “Duhai cintaku lepaskanlah,” itulah penggalan sebait syair lagu “Aku dan Dirimu” milik Ari Lasso featuring Bunga Citra Lestari yang dilantunkan mantan Bupati Wonogiri Danar Rahmanto saat serah terima jabatan bupati kepada Pejabat (Pj) Bupati Wonogiri Sarwa Pramana, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Tak hanya menyanyi, Danar sebelum meninggalkan pendopo menyampaikan sebuah pantun. Yang intinya, menginginkan tali silaturahmi antara dia dan para pejabat di Wonogiri tetap terjaga.

“Nyiur melambai pohon kelapa. Dahan bergoyang tertiup angin mamiri. Lama sudah bersama dalam suka dan duka dalam mengabdi pada Wonogiri. Meskipun tidak lagi kita bersama. Silaturahmi tetaplah terjaga,” kata mantan Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto ini, Kamis (19/11).

Selain itu, Danar juga meminta maaf jika selama kepemimpinannya banyak salah. Kemudian, dia berharap dalam Pilkada ke depan Wonogiri dapat mempunyai pemimpin yang baik.

“Selama lima tahun ini, saya dan Mas Yuli Handoko mengabdi banyak salah. Kami minta maaf. Kami mohon diri. Semoga ke depan, dalam Pilkada ini menghasilkan kepala daerah yang baik,” katanya.

Menurut Danar, prestasi yang diraih Wonogiri yakni lima besar investasi di Indonesia. Hal tersebut merupakan prestasi yang besar, karena sektor ekonomi berkembang secara dinamis.

“Ini prestasi besar. Kami berpikir sederhana. Ketika sektor investasi ini dinamis. Maka sektor ekonomi lainnya akan ikut bergerak secara dinamis. Kami selama ini memang konsisten membangun pondasi ekonomi. Meski ada paham, bahwa indikator keberhasilan pemerintahan itu adalah pembangunan fisik,” terangnya.

Sementara, Pj Bupati Wonogiri Sarwa Pramana mengatakan, tugas utama menjadi Pj yakni mengawal Pilkada Wonogiri 2015 agar berlangsung dengan baik. Kata dia, Pemkab akan terus bersinergi dengan TNI/Polri dan semua pihak dalam mensukseskan Pilkada 9 Desember mendatang.

“Kami pegang falsafah Jawa mikul dhuwur mendhem jero. Pasti ada kesalahan atau kekurangan. Tapi, pasti akan tertutup dengan kebaikan. Kami akan selesaikan yang belum selesai,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge