0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Solo yang Diduga Terlibat ISIS bakal Diawasi

dok.timlo.net/achmad khalik
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Sejumlah warga asal Solo terpaksa dipulangkan dari Malaysia lantaran diduga hendak bergabung dengan kelompok Islamic State of Irak and Suriah (ISIS). Mereka dipulangkan dengan menggunakan penerbangan dari maskapai Air Asia, pada Rabu (18/11) kemarin.

“Benar ada 36 warga negara Indonesia yang dideportasi,” terang petugas dibagian Informasi Imigrasi Solo, Oky saat dihubungi, Kamis (19/11) siang.

Menanggapi pendeportasian sejumlah Warga Negera Indonesia (WNI) yang di antaranya terdapat warga Solo, Kapolresta Solo Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Imigrasi untuk memastikan apakah benar mereka terlibat dan hendak bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Meski begitu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan ke sejumlah warga Solo yang dicurigai terlibat dengan jaringan ISIS.

“Kalau untuk dilakukan penangkapan, tidak bisa dilakukan, karena tidak cukup barang bukti. Saat ini langkah yang diambil adalah bekerjasama dengan pihak terkait, seperti Imigrasi dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu). Di satu sisi, kami juga terus melakukan pengawasan,” kata Kapolresta saat dikonfirmasi.

Terpisah, Kepala Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Brigjen (Pol) Herwan Chaidir mengatakan, pihaknya telah mengirim tim khusus untuk melakukan penyelidikan apakah WNI yang dideportasi tersebut terkait jaringan kelompok radikal ISIS.

“Masih kami selidiki lebih lanjut terrkait pendeportasian WNI kemarin,” terang perwira tinggi berpangkat bintang satu di pundak tersebut.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, total WNI yang dideportasi sebanyak 36 orang, 11 orang di antaranya merupakan warga Solo. Sisanya merupakan warga Kudus dan Jepara. Sejumlah warga di kawasan Solo mengaku resah jika mereka kembali ke kampung mereka masing-masing jika terbukti terlibat dalam jaringan kelompok radikal ISIS.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge