0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS Gelar ICRMCE ke 3

dok.timlo.net/tyo
UNS Gelar ICRMCE ke 3 (dok.timlo.net/tyo )

Solo — Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar 3nd International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering (ICRMCE-3) selama tiga hari, tanggal 19 – 21 Nopember 2015, di Hotel Sahid Raya, Solo.

“Salah satu bahasan adalah bagaimana mempertahankan usia bangunan dan supaya mencapai umur selayaknya,” jelas Ketua Panitia Ary Setyawan dalam keterangan pers di sela-sela acara konferensi, Kamis (19/11).

Ary mengatakan, ICRMCE ke 3 ini menghadirkan antara lain, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Atiyato Bustono, Wakil Ketua I Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah Soepartono, dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, Dirjen Bina Marga mengemukakan, Direktorat Jenderal telah terjadi perubahan paradigma, yakni presentasi maintenance jalan rusak di Indonesia, yang ke depan diselesaikan perbaikannya.

“Saat ini ada sekitar 7.000 kilometer jalan yang akan direservasi,” ungkapnya.

Untuk itu, kini Direktorat Jenderal Bina Marga telah miliki direktorat khusus jembatan, direktorat khusus jalan bebas hambatan, direktorat khusus pembangunan jalan. Sedang direktorat khusus yang menangani asset jalan yang 7.000 kilometer ini adalah direktorat reservasi jalan.

Sejauh mana reservasi jalan sepanjang 7.000 kilometer terkait penghematan, Atiyato mengaku hingga saat ini belum pernah melakukan studi. Namun demikian penghematan itu ke depan akan dirasakan secara hole atau cycle cost, artinya melakukan pencegahan terhadap adanya lubang.

Sementara Soepartono mengemukakan, Undang-Undang 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi mengamanatkan badan usaha jasa konstruksi harus memiliki sertifikat. Berikut pula tenaga kerja jasa konstruksi juga harus mempunyai sertifikat keahlian atau sertifikat ketrampilan. Supaya output pekerjaan jasa kontruksi menjadi baik.

“Artinya mereka yang berkecimpung dalam pekerjaan konstruksi benar-benar menguasai bidangnya,” ujarnya.

LPJK dalam hal konstruksi ini, kata Soepartono, salah satu tugasnya adalah meningkatkan sumberdaya manusia secara berkala, diantaranya melakukan pembekalan dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi, termasuk pembinaan dan pengembangan serta pelatihan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge