0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Budak Nafsu Mertua Tak Berani Pulang

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Korban budak nafsu mertuanya sendiri, OW (18) masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya. Dia rencananya akan ditempatkan di panti asuhan di Batang Angkola, Tapanuli Selatan.

Polisi sendiri telah menangkap suami korban, YG (17), yang ikut berperan membantu aksi pelaku. Sedangkan kedua mertua korban, masih diburu polisi.

“Setelah pemeriksaannya selesai, korban (OW) akan kita tempatkan di panti asuhan yang jadi rumah aman,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Jama Kita Purba, kemarin.

Seperti diberitakan, YG dan kedua orangtuanya, Elifati Gulo dan Yadila Bulolo, disangka telah menganiaya OW. Perempuan itu bahkan dijadikan budak seks.

Perbuatan keluarga ini terbongkar setelah polisi mendapat video seorang perempuan diikat di pohon kelapa dalam kondisi telanjang pada 26 Oktober lalu. Setelah diselidiki, perempuan itu diketahui sebagai OW. Dia ternyata ditelanjangi dan diikat suaminya YG dibantu kedua mertuanya Elifati Gulo dan Yadila Bulolo.

Sang suami, YG (17), kemudian ditangkap personel Unit Reskrim Polres Tapanuli Selatan. Dia diringkus di rumah neneknya di Dusun Gunung Harapan II, Desa Batu Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut belum lama ini.

“Kedua orang tuanya sudah kita masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Jama.

YG mengaku menyiksa OW karena tidak mau terus -terusan menuruti kemauan keluarganya. Perempuan itu menolak melayani napsu mertua laki-lakinya, Elifati Gulo. Mertua perempuannya, Yadila Bulolo, selama ini juga terlibat menjadikan OW sebagai budak seks suaminya.

Jama mengatakan, penempatan OW di panti asuhan itu merupakan hasil kesepakatan antara Polres Tapsel dan Pemkab Tapsel.

“Korban tidak mau dipulangkan ke rumah orangtuanya,” sebut Jama.

Mengenai motif kedua mertua korban melakukan tindakan amoral itu, Jama mengaku belum mengetahuinya. “Kami masih fokus untuk melakukan penangkapan keduanya,” jelas Jama.

Sementara itu, YG terus diproses. Dia dijerat dengan Pasal 44 UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” jelas Jama.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge