0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mencicipi Nuget Jamela dan Galantin Paleria Ngadirojo

()

Wonogiri — Selama ini, kebanyakan orang mengerti jambu mete yang dimanfaatkan hanya kacang metenya saja, namun buahnya dibuang. Tapi di tangan ibu-ibu asal Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, jambu mete berubah menjadi menu spesial kreatif, bahkan menu ini belum ada di kota-kota lain.

“Ngadirojo kan sentra jambu mete, makanya kami mencoba membuat menu kreatif berbahan baku jambu mete,” ujar tim PKK Kecamatan Ngadirojo, Giyatmi saat dijumpai di sela-sela Lomba Cipta Menu B2SA pada Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-35, di Alun-Alun Giri Kridha Bhakti, Wonogiri, Kamis (19/10).

Menurut Giyatmi, menu masakan berbahan baku lokal yang dipamerkan berupa Nuget Jamela (Jambu mete dicampur ikan Nila), Bumeng (buntil mengkudu), Galantin Paleria (Pare dicampur ikan lele) dan satu lagi menu spesial yakni Teh Imut (teh dicampur mutiara dengan degan).

Ia juga menyebut, bahan-bahan makanan tersebut banyak dijumpai di Ngadirojo. Salah satunya jambu mete. Sebelumnya, jambu mete hanya dibuang sia-sia.

“Selain cita rasa khas, menu ini juga bisa menjadi obat herbal, seperti pare dan mengkudu ini,” jelasnya.

Dikatakan, cara pembuatannya pun cukup mudah, bahan dasar jambu mete dan pare direbus setengah matang, kemudian lele dan nila dikukus diambil dagingnya. Kemudian dicampur hingga rata lalu dicetak.

“Ke depannya kami berharap menu ini jadi menu khas Wonogiri,” harapnya.

Sementara itu, Pejabat (PJ) Bupati Wonogiri Sarwa Pramana mengatakan, Wonogiri kekurangan air akan tetapi masih terdapat tanaman yang bisa menjadi sumber pangan pengganti utamanya potensi dan kearifan lokal dikedepankan.

“Ke depan kami ingin membentuk desa pangan persaudaraan yang akan meningkat ke tingkat kecamatan sehingga berujung pada Wonogiri berdikari,dan mandiri pangan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge