0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Anonymous, Grup Hacker Lain Sudah Lebih Dulu Serang ISIS

Hacker

Dok: Timlo.net/Straitstimes.com

Hacker

Timlo.net—Para simpatisan Islamic State di Irak dan Suriah (ISIS) menggunakan sosial media untuk menyebarkan propaganda dan merekrut anggota mulai mendapatkan perlawanan dari para hacker yang melumpuhkan situs-situs itu.

Baru-baru ini kelompok hacker Anonymous menarik perhatian dengan mengaku telah melumpuhkan ribuan akun sosial media pendukung ISIS di Twitter.

Tapi kelompok-kelompok hacker lainnya mengaku sudah lama melakukan hal itu. Satu kelompok hacker misalnya, terus menyediakan informasi kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) dan berhasil melumpuhkan puluhan ribu akun Twitter sejak Januari 2015. Para anggota kelompok itu mendirikan operasi disebut Dark Web di mana mereka menyamar sebagai calon anggota ISIS untuk memperoleh informasi lebih dalam.

“Peranan kami lebih ke arah intelijen,” kata kepala eksekutif Ghost Security Group, yang menolak untuk disebut namanya karena alasan keamanan. Kelompok itu adalah organisasi relawan yang mengirim data ke FBI dan agensi lain lewat Congressional terrorism adviser Michael S.Smith II.

Smith berkata usaha-usaha inflitrasi kelompok itu memberikan pemerintah informasi yang bisa ditindaklanjuti. Secara resmi CIA, FBI dan agensi lainnya tidak mengakui bantuan dari kelompok-kelompok ini. Tapi secara tidak resmi mereka senang dengan informasi yang mereka dapatkan.

Masyarakat yang tidak memiliki keterampilan hacking bisa turut membantu memerangi terorisme dan propaganda teroris lewat sosial media dengan melaporkan akun-akun yang mendukung terorisme di Twitter, YouTube dan Facebook.

Setahun lalu, banyak pengguna mulai melaporkan akun-akun pendukung terorisme. Tahun ini, Facebook mencekal segala grup di situs mereka yang memuji kelompok teroris. YouTube sekarang juga mulai bertindak dengan menghapus video-video yang mempromosikan kekerasan kelompok teroris, kata kelompok Ghost Security Group.

Di Twitter, Ghost Security Group dan kelompok lain mulai menyebarkan daftar akun-akun pendukung teroris. Para pengguna biasa yang melihat daftar itu bisa mengirim laporan ke Twitter sehingga akun-akun itu akan ditutup lebih cepat. “Lebih banyak akun yang ditutup,” kata J.M. Berger, ahli ISIS dari Brookings Institution.

“Saya pikir laporan kebanyakan dilakukan oleh kelompok-kelompok seperti Anonymous dan Ghost Security. Tapi ada beberapa kelompok lain seperti Counter Extremism Project dan the Sawab Center,” tambahnya.

Berger beranggapan tindakan ini menolong mencegah propaganda ISIS menyebar dan berdampak positif. Perlawanan masyarakat di Twitter dan sosial media lainnya merupakan alasan kenapa ISIS memindahkan komunikasi siaran mereka ke Telegram.

Pemimpin Ghost Security Group berkata kelompoknya masih mengumpulkan informasi tentang kegiatan kelompok itu di Telegram.

Dalam kasus-kasus lain, situs-situs pendukung ISIS ditutup setelah kelompoknya melaporkan situs-situs itu ke penyedia hosting. Dalam kasus lain, mereka melakukan serangan DDoS. “Tapi kami mulai berhenti menggunakan serangan denial-of-service dan mulai melakukan tindakan intelijen mengumpulkan informasi,” katanya.

Sumber: Straitstimes.com

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge