0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Kekurangan Ratusan Perawat Taman

dok.timlo.net/daryono
Taman Dewa Ruci yang sedang direvitalisasi (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo mengaku kewalahan menjaga taman-taman yang ada di Kota Bengawan. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi alasan.

“Dari kebutuhan 900 perawat taman, kami baru punya 125 perawat taman dan 35 outsourching  untuk 169 taman,” kata Kepala DKP Solo, Hasta Gunawan kepada wartawan, Kamis (19/11).

DKP, sambung Hasta, sudah mengajukan anggaran tambahan untuk membayar perawat taman melalui sistem outsorching di APBD 2016. Hasilnya, ada tambahan perawat taman outshourcing sebanyak 60 orang.

“Jadi, 2016 nanti kita punya SDM penjaga taman sebanyak 220 penjaga taman,” ujarnya.

Dengan keterbatasan personil itu, satu perawat tangan terpaksa mengurusi dua sampai tiga taman. Di kawasan Gilingan misalnya, satu penjaga mengurus dua taman yakni Taman Dewa Ruci timur Terminal Tirtonadi dan Taman Tirtonadi yang terletak di depan terminal. Selain merawat taman, penjaga juga melakukan edukasi agar pengunjung taman tidak merusak taman, mislanya dengan kencing sembarangan.

Hasta mengungkapkan, keberadaan perawat taman menjadi penting seiring rendahnya kesadaran masyarakat menjaga taman kota. Masyarakat yang semestinya menjaga taman justru berlaku tidak terpuji seperti kencing di taman, mencuri lampu dan menggunakan taman untuk berdagang.

“Sebenarnya masyarakat menikmati keindahan taman itu saja sudah membantu. Tetapi, ada masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Itu sangat menyusahkan,” ujar dia.

Anggota Komisi II DPRD Solo, Quatly Abdul Kadir Al Katiri mendesak DKP lebih mengoptimalkan pengawasan taman. Percuma saya dibuat taman bagus namun pada akhirnya taman justru tidak terawat dan rusak.

Selain menggunakan sistem outsourching, DKP bisa memanfaatkan fungsi Linmas kota yang selama ini dirasa kurang memilik fungsi secara jelas.

“Selama ini yang persoalan kita kan soal maintenance (perawatan). Dikasih kursi nanti hilang, dikasih lampu ilang. Maka maintenance ini harus diseriusi. Maintenance juga lebih murah daripada barangnya diambil. Kalau memungkinkan Linmas bisa ditarik mengawasi taman,” bebernya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge