0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kata JK, Jokowi Sepakat Pencatutan Nama Dibawa ke Ranah Hukum

dok.merdeka.com
Jokowi dan JK (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku terus berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perkembangan kondisi di Tanah Air. JK yakin Presiden Jokowi mengontrol dengan baik kondisi di Indonesia, terutama perkembangan pencatutan nama Presiden dan Wapres dalam proses perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

“Saya kira tentu presiden pasti mengontrolnya dengan baik. Ya ini kan masalahnya bergulir saja kalau bicara tentang soal Freeport itu. Apalagi masalah yang berkembang hari ini,” kata JK di Hotel New World, Makati, Manila, Filipina, Rabu (18/11) malam.

Menurut JK, dia dan Presiden Jokowi sudah sepakat apabila ada unsur kriminal dalam pencatutan nama tersebut, maka persoalan bisa diserahkan ke ranah hukum.

“Ya presiden dan saya itu sepakat bahwa hal-hal yang apabila unsur kriminalnya itu harus dibawa ke ranah hukum. Karena kalau kita tidak bawa ke ranah hukum itu artinya kita sendiri yang salah,” kata JK.

Adanya kekhawatiran apabila persoalan pencatutan nama itu dibawa ke ranah hukum justru akan menimbulkan kegaduhan, JK berpikir sebaliknya.

“Justru kalau kita tidak melaporkan ke hukum akan menimbulkan kegaduhan. Karena orang banyak berspekulasi. Tapi kalau sudah jelas, orang tidak berspekulasi lagi,” ucap JK.

JK pun tidak khawatir apabila kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dibawa ke ranah hukum, akan menyebabkan hubungan antara eksekutif dan legislatif akan terganggu mengingat nama Setya Novanto sebagai Ketua DPR disebut oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said sebagai pelaku pencatutan nama Presiden dan Wapres.

“Oh enggak, ini kah masalah pribadi. Tidak ada unsur-unsur kelembagaan di situ,” tutup JK. [ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge