0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wacana Pengurangan Tarif PPh Menjadi Angin Segar Pengusaha

ilustrasi pajak

Solo – Rencana pemerintah yang akan melakukan pengurangan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dan orang pribadi diawal tahun 2016 mendapat respon positif bagi pelaku usaha. Pasalnya dalam kondisi ekonomi yang sedang lesu seperti sekarang beban pajak cukup menyulitkan untuk operasional usaha.

“Jika kebijakan itu benar dilakukan tentu kita akan besyukur. Namun demikian kita berharap pengurangan tarif pajak tersebut bisa signifikan atau sekitar 30 persen,” ujar ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi saat dihubungi wartawan, Rabu (18/11).

Dirinya mengatakan, sebenarnya pengusaha selama ini tidak cukup keberatan dalam memenuhui kewajiban pajak asalkan besarnya pungutan yang dilakukan sesuai dengan kondisi perekonomian. Setidaknya besaran yang ditetapkan tidak dipukul rata saat perusahaan sedang rugi.

“Dengan adanya rencana kebijakan itu setidaknya bisa menjadi angin segar bagi pelaku usaha, dan pengurangan tarif pajak tersebut bisa dimanfaatkan perusahaan untuk cadangan modal serta persiapan jika perusahaan terguncang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kanwil DJP Jateng II, Basuki Rakhmad secara terpisah menyampaikan, jika kebijakan itu benar akan disahkan tahun depan tentu akan sangat mengurangi penerimaan pajak dari masyarakat.

“Karena selama ini penerimaan utama pajak di Kanwil DJP Jateng II berasal dari PPh dan PPn. Dengan persentase 50:50,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge