0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suami Malas Kerja Picu Tingginya Perceraian

Ilustrasi Bercerai

Boyolali — Kasus perceraian di Kabupaten Boyolali dari bulan Januari-Oktober mencapai angka 1.424 kasus. Masalah ekonomi menjadi faktor utama penyebab perceraian dan didominasi gugat cerai istri terhadap suami.

“Paling tinggi istri gugat cerai suami, angkanya mencapai 1.028 kasus sedangkan cerai talak atau suami mencerai istri sebanyak 396 kasus,” ungkap Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Boyolali, Elvi Setiyaningsih, Rabu (18/11).

Dijelaskan, suami istri yang mengajukan cerai sebagian besar bekerja di perusahaan dan pegawai swasta. Selebihnya adalah pegawai negeri sipil. Tingginya kasus perceraian suami istri yang bekerja di perusahaan, disebabkan pendapatan yang minim. Sehingga, tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan untuk perselingkuhan, kasusnya sangat kecil.

“Biasanya istri ikut bekerja di pabrik, suami justru menjadi malas bekerja, ini yang sering menjadi pemicu,” tambahnya.

Sementara untuk perceraian yang melibatkan PNS, faktor utamanya karena masalah ego yang kemudian berdampak pada ketidakharmonisan di rumah tangga.

“Untuk pernikahan dini, tahun ini kita disposisi sebanyak 77 kasus, itupun harus orang tua yang mengajukan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge