0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hotel Kelas Melati Terbakar, Tamu Berhamburan

timlo.net/achmad khalik

Hotel karya mulia yang terbakar

Solo — Asap hitam mengepul dibangunan Hotel Karya Mulia 2 Jalan Selayar, Kestalan, Banjarsari, Solo pada Rabu (18/11) sekitar pukul 16.00 sore. Sontak, sejumlah warga yang mengetahui hal tersebut langsung panik lantaran hotel berlantai dua itu terletak di kawasan padat penduduk.

“Tadi saya melihat ada kepulan asap keluar dari lantai dua hotel,” kata saksi, Joko Santoso (47).

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebut, bangunan hotel yang merupakan perluasan dari Hotel Karya Mulia itu sedang dilakukan proses finishing. Saat kebakaran terjadi, sejumlah pekerja (tukang-Red) sempat panik lantaran api telah menghanguskan pintu, kusen dan perabot yang berada di kamar nomor 20 hotel tersebut. Tak hanya pekerja, sejumlah pengunjung hotel yang berada di kawasan Kestalan tersebut juga sempat panik dan berhamburan keluar.

Melihat terjadi kebakaran, sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman. Namun, lantaran api berada dilantai 2 bangunan hotel melati ini maka wargapun kewalahan. Selang beberapa saat kemudian, tim pemadam Pemkot Solo datang kelokasi kejadian. Dengan dibantu warga, tim pemadam langsung menyemprotkan air kepusat api. Selang 10 menit kemudian, api berhasil dipadamkan.

“Melihat kepulan asap, warga ada yang berupaya memadamkan api. Sebagian memanggil pemadam. Setelah pemadam datang, langsung melakukan pemadaman dikamar nomor 20 itu,” jelas saksi yang berprofesi sebagai tukang becak.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Danu Pamungkas saat ditemui dilokasi kebakaran mengatakan, kebakaran terjadi lantaran konsleting arus listrik pada kipas angin kamar nomor 20. Api yang timbul, langsung membakar sejumlah perlengkapan kamar. Hingga akhirnya sempat mengeluarkan kepulan asap berwarna hitam. Beruntung, tim pemadam segera datang sehingga api tidak merembet kekamar yang lain.

“Kebakaran akibat konsleting listrik,” kata Kapolsek.

Atas peristiwa tersebut pihaknya menghimbau supaya masyarakat lebih waspada dengan peralatan elektronik yang mereka miliki. Terlebih, saat menyalakan alat elektronik yang bersifat kontinyu.

“Kalau peralatan elektronik sudah tak layak, sebaiknya tidak usah dipakai daripada timbul hal yang tidak diinginkan,” himbau Kapolsek.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge