0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mulyadi Raih Gelar Doktor UNS ke 166

dok.timlo.net/tyo eka
Mulyadi raih gelar Doktor UNS ke 166 (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Mulyadi, mahasiswa program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) meraih gelar Doktor UNS ke 166 setelah berhasil mempertahankan disertasinya di depan dewan penguji yang diketuai Prof Drs Sutarno MSc PhD, di ruang sidang Rektorat UNS, Solo, Rabu (18/11).

Dalam mempertahankan disertasinya yang berjudul “Eksplorasi Model Pemasaran Syariah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) di Provinsi Banten”, Mulyadi menyatakan lembaga pendidikan, pemerintah dan ulama perlu memberikan arahan-arahan kepada BMT untuk lebih mendukung, baik melalui sarana pelatihan-pelatihan,

“Hal itu dalam rangka meningkatkan sumber daya pengurus dan pengelola BMT dengan kurikulum dan modul-modul pelatihan, pelatihan perilaku, sikap dan keahlian pemasaran dan pengelolaan keuangan BMT maupun kebijakan-kebajikan yang mendukung berkembangnya BMT di Propinsi Banten,” jelas Mukyadi yang merupakan lulusan program Doktor Ekonomi UNS ke 13.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Mulyadi mengaku, proses operasionalisasi model pemasaran kesyariahan BMT di Provinsi Banten belum dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah disebabkan konsep model pemasaran syariah BMT belum dipahami oleh pengurus, pengelola dan nasabah, sebagaimana seharusnya yang sesuai dengan konsep syariah.

Mulyadi mengatakan, syariah marketing adalah sebuah bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stkeholdersnya, yang dalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip muamalah (bisnis) dalam Islam. Untuk menjalankan strategi tersebut marketing syariah merupakan salah satu strategis yang harus dipahami BMT untuk lebih maju, tetapi dalam operasionalisasi BMT, pengurus, pengelola dan nasabah belum memahami tentang kesyariahan.

“Maka yang terjadi banyaknya penyimpangan yang dijalankan,” tandasnya.

Untuk itu, kata Mulyadi, perlu pengkajian secara rutin, dengan adanya pengajian-pengajian bagi pengurus, pengelola dan nasabah agar mereka saling memahami dan saling mengerti tentang konsep model marketing syariah dalam operasionalisasi di BMT.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge