0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setya Novanto Lobi Shinzo Abe?

Setya Novanto (merdeka.com)

Timlo.net – Kasus yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto tidak hanya soal pencatutan nama presiden saja. Dia juga disebut langsung menemui Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membahas pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Setnov, demikian dia disapa, diduga ikut mempertimbangkan pembelian pesawat US-2 jenis Amfibi. Padahal, Ketua Komisi I Mahfudz Shidiq mengatakan, pembelian pesawat U-2 jenis Amfibi tak masuk dalam perencanaan renstra tahun 2016. Menteri Pertahanan Ryamizard juga tak pernah merencanakan pembelian pesawat tersebut.

“Di komisi I, kami belum pernah bicarakan dengan Kemhan rencana pembelian pesawat amfibi, berfungsi fire fighting. Ketika ini belum pernah, kan enggak di-report ke pimpinan dewan,” kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/11).

“Mungkin saya berimajinasi, ketika ada informasi umum, beliau (Setnov) ke Jepang, spontan dengan gaya bisnis dan menyampaikan itu. Tetapi bahwa Ketua DPR dalam konteks ambil langkah maju broker, dealer, lobyist, menurut saya tidak karena kami belum pernah buat perencanaan (pesawat Amfibi),” tambah dia.

Mahfudz mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari Dubes RI di Jepang soal adanya pertemuan PM Jepang Shinzo Abe dan Setya Novanto dalam kerjasama industri pertahanan ShinMaywa dengan PT Dirgantara. Dari situ muncul adanya perencanaan pembelian pesawat Amfibi.

“Saya berimajinasi yang kira-kira terjadi bisa seperti itu. Kalau memang iya, itu hal yang umum. Itu normatif sifatnya. Ketika kita endorse kerjasama di satu sektor, dia kan enggak bisa langsung. Harus ada MoU, kecuali jual beli. MoU ini kan eksekutif, ratifikasinya baru di DPR,” kata dia.

Dia menambahkan, pembelian alutsista harus melalui proses yang begitu lama. “Kalau TNI enggak ada perencanaan, kan enggak bisa masuk. Kalau ada perencanaan pesawat Amfibi, itu akan masuk salah satu opsi. Kan ada pemilihan spesifikasi, open binding, skema pembayaran. Enggak bisa ujug-ujug,” tandasnya.

Seperti diketahui, kabar Setnov melobi Jepang muncul dalam pemberitaan yang ditulis media massa Jepang, The Japan Times. Pada 12 November lalu The Japan Times menulis, Setnov menuturkan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa Indonesia mempertimbangkan pembelian US-2 sebagai sinyal kerja sama pertahanan kedua negara.

Pada artikel tersebut tertulis, wacana pembelian pesawat buatan pabrikan ShinMaywa itu merupakan jawaban Indonesia atas kebijakan China di Laut China Selatan.

Mengutip pernyataan Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, The Japan Times menulis, Setnov mengapresiasi kontribusi aktif dan kerja sama efektif Jepang menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik, termasuk Laut China Selatan.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge