0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyerapan Anggaran Disdikpora Karanganyar Baru 60 %

dok.timlo.net/nanang rahadian
(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Hingga November 2015, penyerapan anggaran di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar baru mencapai 60 persen. Selain karena pelaksanaan program yang masih berjalan, juga disebabkan karena sejumlah proyek besar gagal lelang. Salah satunya pengadaan Laboratorium IPA untuk SMA/SMK yang gagal lelang karena tidak ada rekanan yang lolos seleksi.

”Pengadaan Lab ini sudah gagal 3 tahun berturut-turut. Itu program pemerintah untuk masyarakat. Kalau tidak dikerjakan, masyarakat yang akan dirugikan. Kami menilai Disdikpora tidak becus dalam mengelola anggaran,” kata Ketua Komisi D DPRD Karanganyar Endang Muryani, Rabu (18/11).

Pihaknya menyayangkan gagal lelang sudah terjadi tiga kali berturut-turut. Tahun lalu untuk kegiatan sama, pengadaan Lab IPA juga gagal lelang. Padahal DAK tersebut sudah sejak tahun 2013. Disdikpora beralasan rekanan yang memasukkan penawaran tidak masuk spesifikasi.

”Anehnya gagal lelang tiga kali ini penyebabnya selalu sama. Lantas kenapa Disdikpora tidak mencari jalan keluarnya?” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi D, Latri Sulistyowati menambahkan, gagal lelangnya pengadaan lab tersebut menimbulkan citra buruk Pemkab Karanganyar di mata pemerintah pusat. Dia khawatir pemerintah pusat tak lagi percaya dan enggan memberi bantuan.

“Kami anggap Pemkab tidak mendukung program presiden. Kalau sampai 3 kali gagal lelang, berarti ada faktor kesengajaan. Bisa jadi pemerintah pusat tidak mau lagi memberikan bantuan lagi,” jelas Latri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar Agus Hariyanto saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya belum memastikan apakah pengadaan laboratorium tersebut gagal lelang. Dia masih menunggu laporan dari jajarannya.

”DAK ini sejak tahun 2013, jumlahnya Rp 2,3 miliar. Saat itu sempat dilelangkan, tapi tidak ada rekanan yang layak mengerjakan proyek ini. Tahun selanjutnya (2014) juga dilelangkan tapi kembali gagal lelang. Alasannya sama karena tidak ada rekanan yang masuk spesifikasi,” terang Agus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge