0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Logistik Menipis, BPBD Ajukan Bantuan ke Provinsi

timlo.net/nanin

Ilustrasi Angin Puting Beliung

Boyolali – BPBD Boyolali mengajukan tambahan logistik ke BPBD Jateng, lantaran menipisnya logistik yang dimiliki. Logistik ini sedianya untuk persiapan penangganan bencana alam.

“Logistik kita tinggal 20 persen saja, sementara saat ini kita sedang siaga bencana,” kata Kabid Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto, Selasa (17/11).

Memasuki musim penghujan, pihaknya lebih meningkatkan kewaspadaan. Sedangkan 19 kecamatan di Kabupaten Boyolali, semuanya rawan bencana alam. Seperti angin ribut, banjir dan tanah longsor. Tahun ini pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 juta. Anggaran tersebut disiapkan antara lain untuk stok logistik kebutuhan sandang, pangan dan papan korban bencana alam.

“Logistik sudah menipis, karena dimusim kemarau banyak terjadi kebakaran, termasuk kebakaran di hutan Merbabu dan Merapi kemarin,” tambahnya.

Sementara untuk potensi bencana alam di 19 kecamatan, seperti misalnya rawan banjir, terdapat di tiga kecamatan, yakni Ngemplak, Nogosari, dan Juwangi. Untuk rawan tanah longsor, di wilayah kecamatan Cepogo, Selo, Musuk, dan Ampel. Pihaknya sebetulnya masih memiliki anggaran sebesar Rp Rp 2 Miliar di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD). Namun dana tersebut tak bisa begitu saja dicairkan.

“Baru bisa dicairkan kalau ada bencana besar, seperti Erupsi Merapi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge