0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Hari Tak Bayar Rp 19 Juta, Kades Purworejo Bakal Dipolisikan

timlo.net/agung widodo

Petugas dari UPJ PLN Sumberlawang saat melakukan sidak di Pamsimas Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Sragen, Senin (16/11).

Sragen – Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Ngadiyanto diberi waktu dua hari oleh pihak PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Rayon Sumberlawang untuk membayar denda yang dibebankan kepadanya sebesar Rp 19 juta. Ini merupakan konsekwensi yang harus ditanggung lantaran melakukan pencurian listrik untuk mengoperasikan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayahnya.

“Sampai hari ini belum ada pembayaran denda dari Kades Purworejo. Kita tunggu sampai besok (Rabu, Red), kalau tidak dibayar kita siap melaporkan polisi,” kata Manajer PLN UPJ Rayon Sumberlawang, Yudi Lisbriyanto, Selasa (17/11).

Pembayaran dalam waktu dua hari itu, menurut Yudi merupakan permintan dsri yang bersangktan sendiri. Namun di sisi lain, kalau dalam jangka waktu tersebut, Ngadiyanto tidak membayar denda sebesar Rp 19 juta, pihaknya siap membawa kasus pencurian listrik ke polisi.

Sanksi itu sendiri diberikan karena pencurian listrik yang terjadi di Pamsimas Desa Purworejo yang dikelola Ngadiman sudah masuk kategori pelanggaran berat. Yudi berharap sanksi denda bahkan pidana itu bisa menjadi pelajaran atau efek jera bagi pelaku pencurian listrik lainnya.

Supervisor Energi PLN Sumberlawang, Rheza menambahkan, untuk pencurian Pamsimas di Purworejo itu, sebenarnya sudah terdeteksi pekan lalu. Ngadiyanto sendiri juga telah diberi tahu berikut denda yang harus dibayarnya. Namun yang bersangkutan tidak segera menindaklanjuti, sehingga berujung dilakukannya sidak ke Pamsimas pada Senin (16/11).

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge