0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

5 Kepsek Wonogiri bakal Ditransmigrasikan

Dok.Timlo.net/ Aris Arianto.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Wonogiri Siswanto. (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto.)

Wonoiri — Sebelum tahun 2015 berakhir, Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri bakal melakukan program pertukaran kepala sekolah. Hal itu sesuai program dari Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan.

“Ada lima kepala sekolah. Kelima kepala sekolah itu diharapkan menularkan etos kerja di Wonogiri yang dianggap baik ke sekolah penerima di berbagai pulau yang masuk dalam kategori 3T (terisolir, terbelakang dan terluar). Sebaliknya, kepala sekolah dari luar Jawa yang bakal menggantikan kelima kepala sekolah itu diharapkan
belajar banyak ketika menjadi kepala sekolah di Wonogiri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri, Siswanto, Selasa (17/11).

Kelima kepala sekolah berikut wilayah pertukarannya menurut Siswanto adalah Yuli Bangun (Kepala SMAN 1 Wonogiri) akan bertukar tugas dengan Kepala SMAN 6 Jayapura, Papua; Parman (Kepala SMPN 1 Baturetno) akan bertukar tugas dengan Kepala SMPN 1 Kepulauan Riau; Ponco Handono (Kepala SDN 1 Jatisrono) akan bertukar tugas dengan Kepala SDN di Halmahera, Maluku Utara; Giyatmo (Kepala SDN 3 Jatiroto) akan bertukar tempat dengan Kepala SDN Nias, dan Hariyanto (Kepala SMKN 2 Wonogiri) akan bertukar tempat dengan Kepala SMKN Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Namun,sebelum dikirim ke luar jawa, dalam waktu dekat ini, kepala sekolah mitra maupun kepala sekolah penerima imbas akan dikumpulkan di Jakarta untuk mengikuti workshop,” katanya.

Menurutnya,dalam workshop itu akan ada banyak tukar informasi mengenai rute, adat istiadat, makanan dan semua hal mengenai sekolah masing-masing sebagai bekal para kepala sekolah peserta program.

“Kementerian menginginkan program pertukaran kepala sekolah itu dilaksanakan selama sepuluh bulan dalam setiap tahapnya. Tapi, dengan beragam pertimbangan seperti psikologis kepala sekolah peserta pertukaran, keluarga kepala sekolah dan lain-lainnya, maka untuk tahap pertama ini hanya akan dilaksanakan selama dua minggu sebagai sarana pengenalan awal. Kemudian, tahap berikutnyan akan dihelat selama dua bulan,” jelasnya.

Ditambahkan, karena merupakan program dari kementerian, maka semua hal terkait kegiatan tersebut di-back up dari pusat. Bahkan, penunjukkan kepala sekolah peserta program pertukaran itu juga dilakukan kementerian.

“Tidak hanya dari Wonogiri. Tapi hampir setiap kabupaten di Pulau Jawa ada yang ditunjuk. Kepala sekolah yang ditunjuk semuanya merupakan kepala sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 dan memiliki nilai
rata-rata UN 7,0,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge