0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelumnya, Belum Pernah Ada Kasus Pejabat Minta Jatah Saham Freeport

dok.merdeka.com
PT Freeport (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Permintaan jatah saham yang diduga dilakukan petinggi negara baru pertama kali menimpa Freeport. Hal itu terjadi sejak nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dicatut.

“Ini belum pernah terjadi (baru pertama kali),” ujar Vice President Corporate Communication Riza Pratama, Selasa (17/11).

Menurut dia, Freeport saat ini tetap berkomitmen untuk menjaga investasi di Indonesia mengacu pada aturan dan undang-undang yang berlaku.

“PTFI melaksanakan seluruh kegiatan usaha pertambangan dengan mengacu pada hukum, peraturan yang berlaku, kontrak karya dan prinsip bisnis,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said telah mengadukan Setya Novanto Ke Badan Kehormatan DPR. Setya diduga telah menggunakan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres JK untuk meminta saham dan proyek dari Freeport Indonesia.

Menurut Sudirman, politisi Partai Golkar itu bersama seorang pengusaha telah bertemu beberapa kali dengan petinggi Freeport. Tujuannya, memuluskan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia di Papua dengan imbalan 20 persen saham untuk Jokowi dan JK.

Selain itu, Freport juga diminta menjadi investor proyek pembangkit listrik di Timika. Di proyek itu, Setya diduga meminta jatah 49 persen saham.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge