0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Setya Novanto Diminta Nonaktif Dulu

Setya Novanto (merdeka.com)

Timlo.net – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) diminta transparan mengusut kasus pencatutan nama Presiden Jokowi yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Politikus Golkar itu diminta mundur sementara sampai MKD membuat keputusan.

Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Ronald Rofiandri meminta rapat-rapat MKD dalam kasus Setnov harus dilaksanakan secara terbuka, mulai dari pemeriksaan hingga pengambilan keputusan.

“Hal ini untuk memastikan proses penanganan etik berada pada koridor undang-undang dan kode etik DPR. Selain hal tersebut mengingat posisi terlapor merupakan ketua DPR, meminta agar MKD bertindak imparsial dan tidak menerima intervensi apapun dan takut dengan tekanan dari pihak manapun (Pasal 11 ayat (1) Kode Etik),” ujarnya, Selasa (17/11).

Ronald juga mengingatkan preseden buruk dari tertutupnya pemeriksaan Setya Novanto dalam kasus Donald Trump, yang tidak transparan dan akuntabel.

“Kegagalan untuk menjalankan proses pemeriksaan etik dalam kasus ini secara terbuka akan membuat semakin terpuruknya wibawa DPR. Terlebih terlapor adalah Ketua DPR. Preseden membuka persidangan etik telah dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi dalam kasus Akil Mochtar. DPR hendaknya mengikuti preseden yang baik tersebut untuk mencegah keterpurukan wibawa parlemen lebih buruk lagi,” imbuhnya.

Dia memaparkan, transparansi dan akuntabilitas MKD bisa diwujudkan. Yakni dengan cara menyampaikan ke publik rencana dan jadwal pemeriksaan pihak-pihak terkait, keterlibatan tenaga ahli yang independen dan kredibel, penunjukkan tim kecil (jika dibutuhkan), memprioritaskan rapat-rapat terbuka hingga tahap pengambilan keputusan secara kolektif dengan melibatkan seluruh anggota MKD.

“Untuk itu Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) mendesak terlapor untuk secara sementara mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR sampai ada putusan tetap dari MKD,” jelas dia.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge