0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perbaikan Jembatan Samiran Terkendala Ganti Rugi

timlo.net/nanin

Perbaikan Jembatan Samiran, Selo, terkendala ganti rugi

Boyolali — Rencana perbaikan Jembatan Samiran, Selo, yang ambrol diterjang banjir, tak kunjung terealisasi. Hal ini dikarenakan terkendala proses ganti rugi lahan milik warga. Negosiasi tidak kunjung menemukan titik temu, mengingat pemilik lahan mematok harga terlalu tinggi.

“Kita sudah tiga kali berdialog dengan pemilik lahan, tapi belum menemukan titik temu,” kata Pengawas Jalur Boyolali-Magelang Bina Marga Jateng, Sumarwan, Senin (16/11).

Dijelaskan, untuk perbaikan jembatan Samiran yang berada di Jalur wisata Solo-Selo-Borobudur atau jalur utama Boyolali-Magelang, rencananya jembatan akan diperluas ke sisi utara. Untuk itu memakan lahan milik warga seluas 350 meter persegi. Pemilik lahan meminta ganti rugi Rp 2,5 juta permeternya.

Disisi lain, Kades Samiran, Marjuki menambahkan, akan terus melakukan pendekatan kepada warga untuk melakukan negosiasi.

”Kita juga belum paham apa maunya warga,” tambahnya.

Untuk ganti rugi sendiri, pihak Bina Marga menawarkan Rp 350 ribu permeter, namun dua dari tiga pemilih lahan belum menyekatinya. Padahal, belum lama ada warga yang menjual lahan dengan harga hanya Rp 450 ribu permeternya. Selain itu, pihaknya juga sudah menerima surat dari kontraktor terkait akan dimulainya pembangunan Jembatan Samiran.

“Tapi belum kita setujui, biar pembebasan selesai dulu,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge