0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Transaksi Valas Dalam Negeri Turun, Positif untuk Jaga Rupiah

Direktur Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Ida Nuryanti (kiri) (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Realisasi penggunaan transaksi valuta asing (Valas) di dalam negeri terus menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut sangat positif demi menjaga stabilitas rupiah terhadap dolar AS.

“Setelah kebijakan pelarangan transaksi Valas di dalam negeri diberlakukan pada Juli lalu, saat ini penurunannya cukup signifikan,” ujar Direktur Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Ida Nuryanti kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, pada tahun 2014, rata-rata transaksi Valas dalam satu bulan menembus angka 6 miliar dolar hingga  7 miliar dolar. Namun saat ini sangat turun drastis, yaitu di kisaran 4 miliar dolar.

“Data bulan Agustus kemarin 4,6 miliar dolar, sementara pada September kembali turun atau menjadi sekitar 4,3 dollar,” jelasnya.

Menurutnya, semakin minimnya transaksi penggunaan Valas di dalam negeri sangat positif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.  Meskipun ada pelarangan transaksi Valas, namun Ida juga mengaku jika ada beberapa aktivitas transaksi yang tidak bisa dihindari, di antaranya adalah untuk membayar utang dan membayar anak sekolah yang di luar negeri.

“Oleh karena itu,  BI mengatur kebijakan mengenai kegiatan transaksi Valas di dalam negeri, yaitu dengan memakai underline transaction agar orang tidak berspekulasi membeli Valas secara bebas,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge