0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Tol Soker, Warga Waspada Banjir

Ilustrasi Banjir

Boyolali — Banyaknya sungai yang rusak akibat proyek pembanguna jalan tol Solo-Kertosono (Soker) membuat warga di Desa Dibal, Ngemplak, was-was banjir. Pasalnya, air hujan yang mestinya masuk ke sungai, justru meluber ke perkampungan warga. Selain itu, juga mengenang 2,5 hektar lahan.

“Kalau hujan, air pasti masuk ke perkampungan dan lahan,” kata Kades Dibal, Budi Setiyono, Minggu (15/11).

Air yang mengenang pemukiman warga, tidak hanya saat hujan lebat, namun hujan yang berlangsung singkatpun membuat perkampungan tergenang. Tidak hanya itu, air yang mengenang membutuhkan waktu lama untuk surut. Kondisi ini membuat warganya menjadi resah.

“Tidak ada saluran air, jelas air mengenang, sudah banyak aduan yang masuk,” sambungnya.

Selain ancaman banjir, lahan persawahan di utara proyek jalan tol juga tidak bisa ditanami. Sebab saluran irigasi sawah dari saluran sebelah selatan rusak, sehingga air tidak dapat mengalir kesawah yang berada di utara jalan tol. Sebelum ada pembangunan jalan tol, menurut Budi, saluran air untuk irigasi sawah yang berada di Dukuh Dibal Lor. Namun saat ini, di atas sedang dibangun jembatan Dibal 1. Sehingga pasokan air terhenti.

“Adanya saluran irigasi dari Waduk Cengklik, tapi saat ini mati,” tambahnya.

Pihaknya akan mengadukan permasalah tersebut ke Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Teknis Satker Tol Solo Kertosono, dengan harapan saluran air bisa segera diperbaiki.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge