0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alika Mitari, Cucu Gusti Nurul yang Terjun ke Dunia Seni

timlo.net/achmad khalik

Alika Mitari, Penyanyi sekaligus musisi asal Bandung, yang masih memiliki garis keturunan trah Mangkunegara

Timlo.net – Menjadi salah seorang cucu dari GRay, Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemawardhani Soerjosoejarso atau Gusti Nurul menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Alika Mitari. Meski memiliki garis keturunan trah Mangkunegara, namun memiliki perbedaan dibidang seni. Jika Gusti Nurul banyak berkecimpung di seni tari, gadis 28 tahun ini lebih menyukai seni di bidang tarik suara.

“Kalau keturunan eyang sebagian besar itu ya kerja formal di kantor kayak pegawai bank dan sebagainya, mungkin aku aja yang agak rewel, milih kerja di musik dan eyang mendukung aja,” ujar Alika saat ditemui wartawan di kawasan Hotel Dana, baru-baru ini.

Pertama kali bersinggungan dengan dunia seni, Alika mengaku, berawal dari musik metal dan Rock and Roll. Hal tersebut terjadi pada tahun 2005-2009 di Bandung. Namun, seiring berjalannya waktu dirinya berubah halauan dan membentuk duo akustik dengan nama Arikakustik. Hingga saat ini arikakustik sering manggung di acara wedding dari Bandung, Jakarta hingga Malaysia. Dia sendiri juga sering diajak tur dengan musisi papan atas Boedi Jarot.

“Waktu masih muda ego lagi tinggi, amarah tinggi dan sulit diatur, sering pulang malam salurkan emosi lewat band metal. Sempat kuliah di interstudi di Jakarta dan 2 tahun kerja jadi produser, tapi nggak betah karena rutinitas. Tahun 2009 balik lagi ke musik, saat itu lagi booming akustik sampai sekarang,” ujarnya.

Terkait karya yang dijadikan klip atau album, dia mengatakan, sudah ada arah ke situ. Namun masih ada hambatan dan terpaksa tertunda.

Selain menyukai dunia seni tarik suara, Alika juga sangat dikenal menyukai seni rajah tubuh. Di sejumlah bagian tubuhnya, kerapkali diberi tato. Hal ini, dilakukan untuk mengingat setiap momen berharga yang telah ia lalui. Meski begitu, sang Eyang saat melihat dirinya menyematkan tato tersebut tidak langsung naik pitam. Hanya saja, menasehati dengan cara halus tanpa menyinggung perasaan.

“Disinilah hebatnya eyang. Ketika bersama dengan saya dan keluarga lainnya, ada yang tidak sreg dia tidak langsung marah. Biasanya menasehati dengan cara halus,” kenang gadis yang tinggal di Bandung, Jawa Barat tersebut.

Di akhir obrolan dengan, Alika mengatakan nasehat neneknya yang sering disampaikan yakni harus hargai orang tua, jangan jadi anak durhaka serta jaga nama baik keluarga.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge