0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Curas di Bawah Umur Tidak Dapat Diversi

Achmad Khalik

Terdakwa NAP

Solo – Terdakwa kasus pencurian disertai kekerasan (curas) yang masih dibawah umur, NAP (17) dituntut dua tahun penjara dalam sidang maraton yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Meski berstatus dibawah umur, namun remaja asal Gumpang, Kartasura ini tidak memperoleh hak diversi lantaran dirinya telah menjadi residivis di kawasan Jawa Tengah.

“Tuntutan hukuman dua tahun. Kemarin, Jumat (13/11) juga digelar sidang pledoi. Senin (16/11) nanti mungkin sudah putusan,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hasrawati, Sabtu (14/11).

Menanggapi tuntutan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Adi Cahya, meminta kepada majelis hakim agar NAP diberi hukuman seringan-ringannya. Alasannya, NAP adalah anak di bawah umur yang masih membutuhkan bimbingan orang tuanya dan pendampingan psikolog.

“Kami sampaikan dalam nota pembelaan kami bahwa NAP adalah korban dari kondisi di sekitarnya. Ia sangat membutuhkan pendampingan psikolog,” papar pegiat Yayasan Atma Solo ini.

Adi mengatakan, status NAP yang pernah melakukan kejahatan berulang membuatnya tak memungkinkan mendapatkan hak diversi. Meski demikian, Yayasan Atma Solo selaku kuasa hukum NAP, tetap mengupayakan remaja lulusan SD ini bisa dipulangkan secepatnya kepada orang tuanya.

“Kalau pun dipenjara, ya tidak lama. Karena, kami berpandangan bahwa penjara bukanlah solusi bagi anak,” paparnya.

Sebelumnya, NAP (17) warga Gumpang, Kartasura, Sukoharjo ditangkap satuan reserse Polsek Laweyan di kawasan Purworejo, Jawa Tengah pada pertengahan bulan kemarin. Dalam pemeriksaan, terdakwa terbukti melakukan perekrutan terhadap mantan napi di Lapas Purworejo untuk dijadikan anak buah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Terdakwa juga tak segan melakukan tindak kekerasan terhadap sasaran yang menjadi target operasi kelompok mereka.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge