0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketoprak Bela Negara di Balekambang

Ketoprak Seniman Muda Surakarta pentas di Balekambang (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketoprak Seniman Muda Surakarta (KSMS) mementaskan lakon  Ontran-ontran Putri Betawi, di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Surakarta, Sabtu (14/11). Lakon kali ini disutradarai pemain senior KSMS, Agus Paminto.

Humas KSMS, Suharno dalam rilisnya menyebutkan, pentas kali ini, terhitung spesial, ada sesuatu yang baru. Disebutkan, menurut Koordinator Pentas, Tatak Prihantoro, selama ini pentas ketoprak di Balekambang menggunakan dekor minimalis, satu macam saja. Tidak pakai kelir yang bisa berganti, sehingga terkesan monoton, jauh dari kesan pentas ketoprak.

Nanti ketoprak di Balekambang mulai pentas dilengkapi 5 kelir. Setiap adagen menggunakan kelir yang berbeda.  “Total kelir yang sudah siap meliputi pasewakan, alun-alun, jalan, pedesaan dan hutan,“ ungkap Tatak.

Lebih lanjut Tatak memaparkan, pentas dijanjikan jauh akan lebih menarik dan  lebih hidup, mengingatkan  penonton, pada pentas ketoprak tobong, yang kini sudah jarang ditemui.

Sementara itu, Sutradara pentas Agus Paminto mengungkapkan, kisah yang diangkat, bernuansakan kebangsaan dan patriotik, dibalut kisah asmara membara. Lakon Ontran-ontran Putri Betawi, berseting jaman Kerajaan Yogyakarta.

Dikisahkan, Adipati Jaya Winata dari Batawi, melakukan pemberontakan terhadap Kasultanan Yogyakarta. Sultan Hamengkubumi mengirimkan senopati Sosro Hadilogo untuk meredam pemberontakan.

Namun di saat yang sama istri tercinta sedang sakit keras hingga akhirnya meninggal. Timbulah kegalauan dalam hati Sosro Hadilaga, menjalankan tugas negara atau lebih mementingkan keluarga. Dengan berat hati, Sosro Hadilogo akhirnya memantapkan diri menjalankan tugas negara. Pemberontakan dapat ditumpas, Adipati Jaya Winata menyerahkan diri, dan menyerahkan adikknya yang bernama Puspaningsih sebagai putri boyongan.

“Kisah ini mengandung unsur pelajaran bagi kita semua, sebagai warga negara harus siap setiap saat menjalankan tugas bela negara. Sengaja pentas kami kemas dengan plot-plot menarik, akhir  tidak membosankan, alur cerita mengalir dari satu adegan ke adegan, enak ditonton, diselengi lawakan Bogang Cs yang mampu mengocok perut penonton,“ papar Agus Paminto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge