0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peserta Overload, Khitanan Massal Dibagi 2 Tahap

dok.timlo.net/nanang rahadian
(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Banyaknya peminat khitanan massal di Masjid Agung, Karanganyar membuat pelaksanaan dibagi dua tahap. Tim medis kewalahan karena harus melayani 500 anak. Di tahap pertama, tim medis melayani khitan sekitar 200 anak. Tahap kedua akan dilaksanakan tanggal 22 Desember 2015 menyambut Maulud Nabi.

“Pendaftaran pada tahun ini cukup banyak. Kemungkinan karena penawaran khitanan massal gratis disampaikan langsung ke sekolah-sekolah, dari biasanya hanya melalui kecamatan,” kata Ketua Panitia Khitanan Massal, Abdul Muid kepada wartawan di Kantor Baznas Karanganyar, Jumat (13/11).

Tim medis sempat mengira jumlah peserta khitanan massal sama seperti tahun lalu, yakni 128 anak. Usai mengetahui jumlahnya membludak, mereka menyarankan panitia melaksanakan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-98 Kabupaten Karanganyar ini dibagi dua tahap. Hal ini tak lepas dari keterbatasan jumlah tim medis.

“Beberapa anak sengaja diprioritaskan meski mereka di urutan pendaftar belakangan. Kami tidak tega meminta pulang pihak keluarga dan pengantar yang sudah bersusah payah menyelenggarakan selamatan,” jelas Abdul Muid.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Karanganyar, Mujiran Skm mengatakan, puluhan praktisi memakai metode khitan berlainan dalam kegiatan kali ini. Meski demikian, ia meyakini kualitas khitan terjamin.

“Mereka sudah berpengalaman, jadi jangan khawatir. Insya Allah aman,” kata Mujiran.

Mujiran mengatakan ada tiga metode yaitu metode memakai ring, laser dan konvensional. Paling cepat memakai laser karena waktunya sekitar 10 menit saja. Semua metode yang dipakai berakhir dengan jahitan. Sedangkan jumlah bed  ada 29 yang masing-masing diampu seorang perawat senior dan junior.

Tahap pertama khitanan massal ini dimulai pukul 07.00 WIB kemudian dilanjutkan usai jumatan. Kepada anak-anak usai dikhitan, panitia memberikannya bingkisan tas sekolah berisi sarung, baju takwa, peci dan uang saku Rp 100 ribu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge