0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Monopoli Seragam, Disdik Dilaporkan ke Kejari

timlo.net/agung widodo

Kasipidum Kejari Sragen, Hanung Widyatmaka

Sragen – Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LP2NRI) Sragen melaporkan pengadaan seragam siswa SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sragen ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Pasalnya, pengadaan seragam untuk tahun ajaran baru 2015 tersebut diduga telah dimonopoli sebuah Toko Kain ’SB’ asal Solo, atas perintah oknum mantan pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Sragen.

“Bila sudah dimonopoli satu rekanan jelas harga sudah dipatok, dengan kwalitas yang diragukan. Parahnya lagi, kebijakan tersebut atas tekanan dari oknum pejabat Dinas Pendidikan Sragen,” kata Ketua LP2NRI Sragen, Mahmudi Tohpati, Kamis (12/11).

Menurut Mahmudi, pengadaan seragam tersebut sangat rawan penyimpangan. Sebagai pembanding untuk APBD 2015, pengadaan seragam serupa di SD/SMP mencapai Rp 1,95 miliar. Seharusnya untuk pengadaan seragam yang tidak masuk APBD diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah dan Disdik tidak boleh campur tangan.

Mahmudi mengungkapkan, anjuran untuk membeli seragam ke satu rekanan itu dilakukan dengan cara mengumpulkan para kepala SMK di sebuah rumah makan di Solobaru, Sukoharjo. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri pemilik dari Toko Kain “SB”.

Sementara Kasipidum Kejari Sragen, Hanung Widyatmaka mengatakan, kejari telah menerima pengaduan dari LP2NRI Sragen. Pihaknya akan menindaklanjuti kebenaran dari aduan itu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge