0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

GRB Tuntut Pilkada Sragen Ditunda

dok.timlo.net/agung widodo
Aksi GRB di depan Kantor Pemkab Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) menuntut pelaksanaan Pilkada Sragen 2015 mendatang agar ditunda. Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen dinilai belum siap untuk melaksanakan Pilkada menyusul hilangnya ribuan bilik dan kotak suara beberapa waktu lalu. Selain itu GRB menuntut agar para komisioner KPU meletakkan jabatannya.

“KPUD kita minta untuk meletakkan jabatannya karena ketidakmampuannya dalam menjalankan proses Pilkada. Potensinya adalah pencurian kotak dan bilik suara,” kata Presedium GRB, Lucky SN kepada wartawan di sela-sela melakukan aksi di depan Kantor Pemkab Sragen, Kamis (12/11).

Hilangnya bilik suara, kata Lucky, menandakan ketidakmampuan KPU dalam menyiapkan Pilkada. Dia kawatir tidak menutup kemungkinan kalau Pilkada tetap dipaksakan akan terjadi pencurian terhadap surat suara.

“Kita juga minta pada semua paslon untuk mengawasi, bila tidak kami GRB minta agar menunda pencalonan karena KPU benar-benar tidak siap,” tandasnya.

Di sisi lain GRB kembali menyoroti perihl cuti yang dilakukan Bupati Sragen yang juga ikut mencalonkan diri sebagai bupati mendatang. Menurut Lucky, cuti yang dilakukan Bupati Agus hanya untuk kepentingan politis dan berpotensi untuk melakukan mobilisasi massa.

“Ini cuti apa, untuk kepentingan apa?” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge