0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Surplus Kedelai, Singkong dan Kacang Tanah

dok.timlo.net/tarmuji
Kepala KKP Wonogiri, Stefanus Pranowo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ketahanan pangan nasional berbasis sumber daya lokal  dalam era globalisasi dan perdagangan bebas bakal terancam.Pasalnya,produk pangan impor akan membanjiri pasar Indonesia.Belum lagi,peningkatan jumlah penduduk,konversi lahan untuk pemukiman dan industri menjadi permasalahan komplek.

“Dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXV, kita berupaya mengingatkan arti pentingnya sumber pangan lokal selain beras yang banyak terdapat di Wonogiri. Melalui HPS ini juga kami ingin menggugah kembali potensi yang ada dalam meningkatkan sinergi penangannan masalah pangan di Wonogiri,” ungkap Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Wonogiri, Stefanus Pranowo, Jumat (13/11)

Puncak HPS akan digelar Kamis (19/11) mendatang dengan berbagai acara, seperti pameran produk pangan lokal dan teknologi pertanian, lomba menu B2SA non beras, lomba mewarnai dengan peserta 1.000 anak dari 15 kecamatan, seminar serta panggung terbuka.

Menurut Pranowo, selain surplus komuditas padi dan jagung, Wonogiri juga kelebihan produksi kedelai (8.000 ton), singkong atau ubi kayu (834.668 ton), dan kacang tanah sebesar 33.617 ton.

“Melalui HPS 2015 ini kita masyarakatkan konsumsi pangan non beras yang banyak terdapat di daerah kita,” katanya.

Kepala Disnakperla Wonogiri yang diwakili Kabid Perikanan Heru Sutopo  dalam kesempatan yang sama melaporkan, potensi perikanan di Waduk Gajahmungkur (WGM) sangat membantu program penganekaragaman pangan non beras di daerah itu. Tingkat konsumsi ikan WGM di kalangan masyarakat cenderung terus meningkat.

“Banyaknya produksi perikanan kita selain untuk mencukupi kebutuhan lokal juga dijual keluar daerah bahkan diekspor ke luar negeri,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge