0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringatan HKN, IDI Wonogiri Gelar Aksi Simpatik

Dokter-dokter Wonogiri kenakan pita hitam di lengan (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kematian seorang dokter muda yang sedang mengikuti program internship di Rumah Sakit Cenderawasih, Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku memicu aksi simpatik para dokter. Seperti yang dilakukan ratusan dokter di Wonogiri ini di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang dihelat di Kecamatan Wuryantoro.

“Aksi simpatik ini kami gelar sebagai aksi solidaritas dengan mengenakan pita hitam pada lengan dan mengenakan pakaian warna hitam,” ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wonogiri, dr Martanto, Kamis (12/11).

Menurut dia ,aksi solidaritas ini diikuti seluruh dokter yang ada di Wonogiri. Sedang dokter yang terdaftar di dalam IDI Wonogiri sendiri ada sekitar 165.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan adik-adik kami yang tengah belajar di lapangan, utamanya dokter-dokter muda yang ada di pedalaman,” ujarnya.

Dikatakan ,selama ini pemerintah terlalu menyudutkan dan terkesan berbelit-belit dalam segala hal.

“Bayangkan, dalam menuntut ilmu, adik-adik kami rela mengorbankan semuanya, terlebih di pelosok yang jauh di sana, dan menurut kami perjuangan dokter muda itu luar biasa,” katanya.

Seperti diketahui, dokter muda yang meninggal bernama Dionisius Giri Samoedra, lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Kematiannya lantaran penyakit malaria. Dia tutup usia  pada Rabu (11/11), sekitar pukul 18.25 WITA. Menurut informasi, sebelum dikabarkan meninggal, dokter Dionisius menderita demam ditambah penurunan kesadaran dan trombositnya turun hingga tinggal 50 ribu. Namun sulitnya alat transportasi menjadi kendala.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge