0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kualitas Bangunan Buruk, DPRD Pertanyakan Pengawas Proyek

Komisi IV DPRD Solo Sidak ke salah satu SD (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Kualitas bangunan proyek milik pemerintah yang buruk kembali ditemukan. Sejumlah bangunan sekolah yang belum genap setahun diketahui sudah rusak. Peran pengawas proyek saat proses pembangunan dipertanyakan.

Temuan minimnya kualitas bangunan itu diketahui saat Komisi IV DPRD Solo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah bangunan SD antara lain SD Losari dan SD Wonosaren selama dua hari ini. Padahal dua bangunan itu belum genap satu tahun dibangun.

Di SD Wonosaren yang disidak hari ini, Kamis (12/11), misalnya, terlihat pengerjaan pintu dan jendela tidak rapi dan melengkung. Jenis kayu yang dipakai diduga di bawah spek. Selain itu, satu pintu kamar mandi jebol serta bak air di salah satu kamar mandi sudah tidak terpakai lantaran bocor. Pemasangan begenser listrik yang terlalu rendah juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa.

“Kualitas kayunya jelek. Dari sisi pengerjaan, ini garapan tukang kelas 1 STM bangunan. Yang kami heran, peran dan fungsi pengawas kemarin seperti apa? Pengawas hanya mengawasi agar proyek selesai sesuai jadwal, tetapi kualitas bangunan dilupakan,” kata anggota Komisi IV DPRD Solo, Putut Gunawan di sela Sidak.

Melihat buruknya kualitas beberapa gedung pemerintah itu, Putut mengusulkan agar peran pengawas dievaluasi. Terlebih, dalam praktek di lapangan, konsultan pengawas justru sering tidak mewakili pemerintah. Ketika ada ketidakberesan dalam pengerjaan proyek, pengawas justru membela kontraktor.

“Kalau perlu konsultan pengawas yang wan prestasi ini tidak lagi digunakan,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati mengatakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) semestinya berani meminta pertanggungjawaban kontraktor jika kualitas bangunan tidak sesuai yang diharapkan.

“Kalau tahu kualitas bangunannya jelek ya jangan diterima saat bangunan diserahkan. Harusnya dinas meminta pertanggungjawaban kontraktor dan pengawas,” ujar Reny.

Dalam catatan Timlo.net, buruknya kualitas bangunan milik pemerintah tidak sekali ini ditemukan. Beberapa waktu lalu bangunan kantor kelurahan dan sekolah kualitas pengerjaanya tidak memuaskan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge