0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Pengusaha Solo Serahkan Kakak Tua ke BKSD

dok.timlo.net/achmad khalik
Yudi Himawan menyerahkan hewan peliharaannya kakak tua jambul kuning ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Yudi Himawan (39), warga Cinderejo, Gilingan, Banjarsari, Solo dengan berat hati menyerahkan hewan peliharaannya kakak tua jambul kuning ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) di Mapolresta Solo, Kamis (12/11) siang. Bahkan, anak dari pria yang berprofesi sebagai pengusaha di Kota Bengawan itu sempat menangis saat dirinya hendak menyerahkan hewan yang telah masuk kategori langka tersebut.

“Ya berat juga. Setiap hari ketemu dengan hewan kesayangan saya ini,” kata Yudi di hadapan wartawan.

Selama empat tahun memelihara hewan eksotik tersebut, Yudi mengaku sangat menyayanginya. Setiap hari, ia memberikan susu manis, jagung, kwaci dan jenis-jenis bijian lain sebagai makanan dan minuman pokok satwa yang menyebar dikawasan Sulawesi, Bali dan Timur Indonesia.

Satwa yang memiliki nama latin “Cacatua Sulphurea” ini diserahkan sang pemilik setelah dirinya diberitahu bahwa hewan tersebut tergolong kritis dihabitnya. Setelah pemberitahuan tersebut, dirinya sadar dan menyerahkan sepenuhnya kepengurusan hewan kesayangannya tersebut ke pihak pemerintah.

“Anak saya sampai nangis saat saya akan menyerahkan. Tapi, untuk kelangsungan satwa ini saya ikhlas menyerahkan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Solo BKSDA Jateng, Johan Setiawan mengatakan, berdasarkan  UU No 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem mengatur larangan pemeliharaan satwa yang dilindungi pihaknya menghimbau kepada masyarakat supaya menyerahkan hewan langka yang dimiliki demi kelangsungan satwa-satwa tersebut. Disinggung sejumlah satwa langka yang kerapkali dipelihara oleh masyarakat, Johan mengaku, satwa yang kerapkali dipelihara adalah kakaktua, orang utan, buaya, merak dan siamang.

“Harapannya, supaya masyarakat dengan sadar menyerahkan satwa langka peliharaan mereka. Supaya, satwa langka ini dapat hidup kembali kehabitat aslinya,” terang Johan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge