0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Film Solo Tembus Festival Film Internasional Singapura

dok.timlo.net/ist
Film pendek Kunjungan Spesial (A Special Visit) (dok.timlo.net/ist)

Solo — Film fiksi pendek Kunjungan Spesial (A Special Visit) yang disutradarai Zen Al-ansory, seorang sineas muda Kota Solo,  merupakan salah satu film Indonesia yang terseleksi dalam ajang 26th Singapore International Film Festival (SGIFF). Film Kunjungan Spesial ini menjadi film pendek pertama dari Kota Solo yang akhirnya bisa membuktikan lolos dalam helatan festival film di luar negeri.

“Jadwal pemutaran Film A Spesial Visit (Kunjungan Spesial) akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2015 di The Substation (45 Armenian Street, Singapore 179936),” kata Ambar Kusumaningrum, Associate Producer Film Kunjungan Spesial, dalam rilis yang diterima Timlo.net, Kamis (12/11).

Pada tahun ini, SGIFF akan dilaksanakan pada 26 November – 6 Desember 2015, dari total lebih dari 1.400 karya film, film-film yang lolos seleksi sebanyak 146 film, dari 51 negara di seluruh dunia, dengan 11 program yang berbeda. SGIFF berkomitmen untuk mengasuh dan memperjuangkan bakat lokal dan regional dalam seni pembuatan film. Festival ini bermanfaat sebagai katalis dalam memicu perhatian publik dalam bidang seni, dan yang mendorong adanya dialog seni serta pertukaran budaya.

Film pendek Kunjungan Spesial (A Special Visit) mengusung isu mengenai hubungan antar manusia dan binatang. Hubungan yang nyata dari seorang perempuan kepada binatang babi kesayangannya dilukiskan ke dalam film yang berdurasi 20 menit ini. Disisi lain film ini juga menggambarkan bagaimana kontradiksi binatang babi di Indonesia yang mempunyai sifat dan perwatakan serakah akan tetapi dalam film ini berubah menjadi binatang kesayangan oleh seorang perempuan.

Film ini diperankan oleh Made Tantri Parwita sebagai karakter perempuan yang bernama Kelana. Rumah produksi Medang Kamulan Pictures yang bekerjasama dengan Minor Films, Sinees Pictures, serta pencipta ilustrasi poster film: Isa Indra Permana dan Senja Dalam Prosa band indie yang salah satu lagunya dijadikan sebagai official motion picture soundtrack dalam film ini.

“Hal ini merupakan salah satu wujud kerjasama kolaborasi komunal di iklim perfilman kota Solo yang mati segan hidup tak mau,” papar Ambar.

Medang Kamulan Pictures merupakan rumah produksi yang telah berdiri sejak tahun 2012 di Solo, Indonesia.  Fokus pada pengerjaan film, video kreatif program, TVC, dan konsep kreatif. Pada tahun 2013, Medang Kamulan Pictures bersama Zen Al-ansory sebagai sutradara, telah memproduksi film panjang pertamanya berjudul Tauhid dalam Hati dengan model produksi dan distribusi yang mereka jalankan secara independen. Film ini juga menjadi kali pertama film Solo yang berhasil masuk ke dalam bioskop lokal, Platinum Cineplex. (*)

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge