0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terapkan Metode SRI, Panen Meningkat 40 Persen

Panen raya di Karangpandan, Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Metode penanaman dengan SRI (System of Rice Intensification) cukup ampuh meningkatkan hasil panen petani di Dusun Bloro, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar. Metode yang telah diuji coba 19 kelompok tani (klomtan) itu berhasil meningkatkan hasil panen hingga 40 persen dalam satu hektar.

“Metode SRI menghasilkan 11,6 ton gabah. Padahal jika tanpa SRI, hasil panennya hanya berkisar 6-7 ton per hektare,” kata Sahid Budianto, salah satu anggota Klomtan Tegalmulyo Dusun Bloro, Desa Karangpandan, Rabu (11/1).

Sahid Budianto mengatakan, salah satu keunggulan metode SRI adalah jumlah anakan pada batang padi lebih banyak, dibanding metode penanaman biasa.

“Sementara, biaya produksi yang dikeluarkan lebih irit. Karena anakan lebih banyak, produktivitas lahan otomatis meningkat,” tuturnya.

Untuk masa tanamnya, menurut Sahid, juga lebih singkat. Padi yang ditanam dengan metode SRI bisa dipanen dalam waktu tiga bulan. “Ini tanamnya mulai Agustus. Oktober akhir, padi sudah masak dan November ini bisa dipanen,” jelasnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangpandan Priyanta menjelaskan, di Karangpandan ada 380 hektare lahan yang ditanami padi dengan metode SRI.

“Pengerjaannya terbagi di 19 unit lahan, per unit masing-masing 20 hektare. Yang mengerjakan 18 unit. Untuk uji coba SRI ini, masing-masing klomtan mendapat bantuan dari pemerintah Rp 40,5 juta untuk biaya produksi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Rohadi Widodo, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda dan Kepala Dispertanbunhut Supramnaryo menjadi tamu kehormatan, untuk memanen padi metode SRI, yang baru pertama kali diterapkan di Karangpandan tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge