0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyuluh Kehutanan Tuntut Pembakar Hutan Dihukum Berat

Ilustrasi hutan terbakar (dok.merdeka.com)

Karanganyar – Peserta Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan Dan Unjuk Karya Inovatif 2015 dengan tema “Penyuluh Berkiprah Membawa Berkah” di Lapangan Desa Bener, Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (11/11) mengutuk dan mengecam pelaku pembakaran hutan. Jambore yang diikuti penyuluh kehutanan dari 35 provinsi di Indonesia itu mengucapkan ikrar Integritas Penyuluh Kehutanan Indonesia, yang salah satu poinnya menuntut pelaku pembakaran hutan agar dihukum berat.

“Salah satu bentuk keseriusan pemerintah menjaga kelestarian hutan dari orang tidak bertangung jawab. Selain itu, kami harap penyuluh serius meningkatkan produktivitas hutan dan menggerakan sektor ekonomi,” kata Bambang Soepijanto, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sujanarko, menyampaikan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2014 bahwa BPK menyelamatkan uang Rp 287 triliun dari sektor kehutanan. Namun, dia menilai UU Kehutanan sudah tidak efektifsaat ini. Dia memaparkan data 11.000 izin pertambangan kehutanan, tetapi 5.000 di antara adalah izin bodong.

Jambore tersebut juga menampilkan produk unggulan dan ciri khas dari sejumlah provinsi di Indonesia. SepertiBakorluh Provinsi Maluku Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan lain-lain. Bakorluh Maluku Utara menampilkan aneka produk olahan kehutanan, seperti kenari, pala, getah damar, spesimen kayu, dan lain-lain.

“Ini semua khas Maluku Utara. Hasil olahan. Ada yang langsung dari penyuluh kehutanan kerjasama PKK, penyuluh swadaya, dan lain-lain. Jambore ini memberikan efek positif karena bisa kenal dari daerah lain dan berbagi ilmu,” ujar Penyuluh Kehutanan Bakorluh Provinsi Maluku Utara, Verawati Munese.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge