0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paslon Kerahkan Massa, Ini Komentar KPU

timlo/agung widodo

Debat Terbuka Putaran Kedua Calon Wakil Bupati Sragen di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Rabu (11/11).

Sragen – Kendati sudah ada kesepakatan bersama antara Polres Sragen, KPU dan tim pasangan calon (paslon), namun dalam Debat Terbuka Putaran Kedua Calon Wakil Bupati (Wabu) Sragen, masih ada paslon yang mengerahkan massa saat berlangsungnya debat di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Rabu (11/11).

“Masih saja ada massa yang datang di luar gedung yang tidak kita undang. Tapi ini bisa dikendalikan oleh petugas kepolisian,” kata kata Komisioner Divisi Hukum Pencalonan Kampanye dan Pengawasan KPU Sragen, Diyah Nur Widowati kepada wartawan.

Diyah mengungkapkan, kedatangan massa tersebut sebenarnya hanya untuk saling membuktikan, apa benar jika tanpa undangan akan dilarang masuk oleh petugas. Tapi karena itu sudah jadi kesepakatan, bahwa tidak boleh membawa massa, maka mereka tetap diperbolehkan masuk oleh polisi.

Diyah menyebut, dari empat pasang calon, yang melanggar kesepakatan dan nekat mengerahkan massa adalah paslon nomor urut 1, Sugiyamto-Joko Saptono (Suko), nomor urut 3 Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno, dan nomor urut 4 Jaka Sumanta-Surojogo (Jago).

“Semua massa datang, kecuali nomor urut dua,” ujar Diyah.

Sementara itu Wakapolres Sragen, Kompol Yudy Arto Wiyono menambahkan, massa pendulung paslon masih datang ke lokasi debat di Gedung Sasana Manggala Sukowati. Padahal sebelumnya telah ada kesepakatan bersama, para paslon dilarang mengerahkan massa dalam jumlah besar.

“Mereka melanggar kesepakatan. Buktinya masih ada massa yang datang. Ini akan jadi evaluasi kami untuk menentukan perlu tidaknya debat putaran ketiga dilakukan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge