0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuhan Hotel Setya Kawan, Terdakwa Divonis 13 Tahun

timlo/achmad khalik

Terdakwa kasus pembunuhan Hotel Setya Kawan, Nanang Aryanto saat mendengarkan vonis dari majelis hakim

Solo — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo menjatuhkan vonis hukuman terhadap terdakwa kasus pembunuhan di Hotel Setya Kawan, Jalan Tarakan, Kestalan, Banjarsari, Solo, Nanang Aryanto (21) dengan hukuman 13 tahun penjara. Vonis yang dijatuhkan lebih ringan tujuh tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman selama 13 tahun terhadap terdakwa dipotong masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Bahtra Yenni W, Rabu (11/11) siang.

Terdakwa, kata Hakim, terbukti melakukan tindak pidana Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Berdasarkan hasil persidangan, terdakwa juga mengakui perbuatannya tersebut. Mendengar hasil vonis dari Majelis Hakim, terdakwa yang duduk dikursi pesakitan hanya bisa pasrah dan menerima vonis hakim yang dijatuhkan.

“Menerima vonis majelis hakim,” kata terdakwa lirih.

Meski begitu, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Hasrawati akan mengajukan banding lantaran vonis yang dijatuhkan masih tergolong ringan.

“Kami akan ajukan banding. Sementara ini, nunggu petunjuk dari pimpinan,” kata JPU.

Seperti diketahui, peristiwa ini bermula, saat terdakwa, Nanang Aryanto (20) membunuh Yulita Wulandari (33) warga Ganggang, RT 03/ RW 08 Kelurahan Gadingan, Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo di Hotel Setya Kawan Jalan Tarakan, RT 02/ RW 03, Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Senin (4/5) lalu.

Sebelum dibunuh, terdakwa sempat berhubungan intim dengan korban. Dalam kesempatan tersebut Nanang cemburu lantaran Yulita juga  memiliki hubungan spesial dengan lelaki lain. Mengetahui hal tersebut, terdakwa mengambil pisau lipat dan disembunyikan di balik badannya.

Melihat hal itu, korban sempat menanyakan gelagat buruk terdakwa. Namun, korban diajak ke kamar mandi dan mengatakan akan diberi kejutan. Korban diminta tutup mata dan menghitung sampai sepuluh. Baru hitungan ke-tujuh Nanang sudah menusuk korban. Karena korban berteriak, terdakwa panik dan menusuknya berkali kali.

Mendengar teriakan tersebut, kamar itu kemudian didobrak oleh warga dan terbuka sedikit. Dia meminta warga tidak ikut campur dan mengatakan bahwa Yulita adalah istrinya. Setelah itu Nanang melanjutkan aksinya dengan melilit leher korban dengan kain sprei. Setelah korban tidak berdaya, dia lari dengan motor korban. Terdakwa sempat ditegur petugas hotel namun mengacuhkannya. Dirinya sempat lari ke kampung halamannya. Namun, berhasil diringkus saat berada di kampungnya tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge