0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejari Untuk Tertibkan Perusahaan Nakal

timlo.net/setyo puji s

Narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan saat menyampaikan materi kepada para pimpinan perusahaan

Solo – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Solo menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk menertibkan perusahaan yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya sampai dengan saat ini masih banyak ditemui perusahaan yang nakal atau enggan memenuhi kewajiban untuk para tenaga kerjanya.

“Kejari nantinya akan berfungsi sebagai pengacara negara agar perusahaan menaati peraturan Undang-Undang. Namun demikian langkah itu baru kita lakukan jika perusahaan yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran dari kami,” ujar Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Solo, Maulana Zulfikar kepada awak media disela acara sosialisasi tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Syariah Hotel Solo, Rabu (11/11).

Dirinya mengatakan, dalam peraturan pemerintah (PP) No 44, 45  dan 60 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, setiap perusahaan diwajibkan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan jika ada perusahaan yang membandel atau tidak mendaftarkan diri bisa dijerat dengan ancaman pidana.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa dalam PP yang baru tersebut selain lebih rijit serta banyak perubahan jika dibanding aturan sebelumnya. Bahkan  untuk perusahaan yang menengah keatas juga diwajibkan mendaftarkan jaminan pensiun bagi para tenaga kerjanya.

“Sampai dengan September 2015 total peserta jaminan pensiun di wilayah Soloraya mencapai 31 Ribu. Dan untuk Oktober diperkirakan ada penambahan sekitar 32 Ribu sehingga totalnya 63 Ribu,” jelasnya.

Sedangkan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan secara keseluruhan, lanjut dia sampai dengan saat ini mencapai 188 Ribu tenaga kerja yang berasal dari sekitar 2.900 perusahaan di Soloraya yang sudah terdaftar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Formal BPJS Solo, Sri Sudarmadi dalam kesempatan yang sama menyampaikan, jika pihaknya menargetkan penambahan 1117 peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan akhir tahun.

“Dari target itu, saat ini sudah ada penambahan 800 peserta. Sehingga kita optimis target tersebut bisa terealisasi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge