0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Hujan, Banjir Lahar Dingin Merapi Mengancam

Dok.Timlo.net/
Alur Kali Woro, Klaten (Dok.Timlo.net/)

Klaten — Memasuki musim hujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengingatkan ancaman bencana banjir lahar dingin di daerah aliran sungai berhulu Gunung Merapi.

“Berdasarkan pemetaan, musim hujan kita juga harus waspada banjir lahar dingin,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten Bambang Sujarwo, Rabu (11/9).

Dipaparkannya, potensi ancaman banjir lahar dingin terjadi di alur Kali Woro, meliputi tiga kecamatan yakni Kemalang, Manisrenggo, serta Jogonalan.

“Masih ada 60 juta meter kubik yang tersebar di semua hulu sungai di Merapi. Itu sisa material erupsi 2010 lalu dan menjadi ancaman di musim hujan,” paparnya.

Selain itu, berdasarkan data BPBD Klaten, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) di empat kecamatan, yakni Gantiwarno, Wedi, Bayat, dan Cawas yang terancam bencana tanah longsor. Diantaranya, sebagian warga di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, yang berbatasan dengan Bukit Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

Disusul, warga di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, yang permukimannya berbatasan dengan Bukit Putih, Gunungkidul. Terakhir, warga Desa Sekarbolo, Kecamatan Wedi, dan sebagian warga Desa Krikilan, Kecamatan Bayat, yang berbatasan dengan bukit Jabalkat, Bayat.

“Empat tempat itu ada bukit yang rawan longsor. Bahkan longsor bukit putih di Desa Burikan Kecamatan Cawas pernah menelan korban satu meninggal dunia,” imbuh Bambang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge