0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minimarket Diizinkan Buka 24 Jam, Pedagang Kecil Mati

(Ilustrasi) Minimarket (dok.timlo.net/ist)

Solo – Sejumlah 19 permohonan operasional minimarket baru antri di meja Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Solo. Namun demikian BPMPT belum mau mengeluarkan ijin terkait pendirian minimarket tersebut. Hal ini merujuk pada kebijakan Walikota memoratorium pendirian minimarket baru dan kajian tim teknis yang melibatkan akademisi tentang kebutuhan minimarket di Solo.

“Hasilnya adalah Kota Solo sudah overload untuk pendirian minimarket baru,” ungkap Kepala BPMPT Solo, Toto Amanto, Rabu (11/11).

Dia mengatakan, pengajuan ijin tersebut baru akan diproses setelah ada kajian tentang kebutuhan minimarket yang baru. Toto berencana akan melakukan kajian ulang pada awal 2016 mendatang. Hasil dari kajian tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memberikan ijin atau menolak ijin pembangunan minimarket baru.

Meski demikian pendirian minimarket tetap mengacu peraturan daerah (Perda) No 5/2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Di antaranya adalah pembangunan minimarket baru wajib dilengkapi izin usaha toko modern (IUTM), minimarket wajib berjarak minimal 500 meter dari pasar tradisional, merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar, serta bermitra dengan pedagang kecil.

“Kalau hasil kajian menyatakan Kota Solo masih bisa menampung pembangunan minimarket baru, akan kita dorong ke kawasan Solo utara. Kebijakan ini sejalan dengan pengembangan kawasan Solo utara,” katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pasamuan Pedagang Pasar Tradisional Surakarta (Papatsuta), Wiharto menilai Pemerintah Kota kurang tegas dalam menindak pelanggaran ijin pendirian minimarket. Dia mencontohkan banyak minimarket yang belum mengantongi ijin, tetapi nekat membangun.

“Meski begitu, tetap saja Pemkot memberikan ijin, padahal sudah jelas, salah dari awal,” katanya.

Dia juga menyoroti pemberian ijin operasional 24 jam bagi beberapa minimarket. Hal ini dinilai akan mematikan keberadaan pedagang kecil.

“Katanya pemkot mendukung keberadaan pedagang kecil, tapi malah memberikan ijin operasional 24 jam,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge