0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Kasus Pembunuhan

Andang Divonis 10 Tahun Penjara, Ini Tanggapan Istri

dok.timlo.net/achmad khalik
Terpidana kasus pembunuhan, Andang Yunardo (55) berkonsultasi dengan penasehat hukumnya (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Solo yang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa kasus pembunuhan, Andang Yunardo (55) dinilai tidak mempertimbangkan unsur eksepsi yang dibuat penasehat hukum terdakwa. Saat peristiwa tragis tersebut, terdakwa hanya membela diri lantaran korban, Rudi Giartono (45) menyerangnya dengan menggunakan senjata tajam.

“Klien saya ini hanya membela diri ketika korban menyerang dirinya di Gang Walet, Kerten, Laweyan, Solo,” terang penasehat hukum terdakwa, Guntur Perdamaian, usai sidang, Rabu (11/11) siang.

Guntur merasa yakin, Andang tidak memiliki niat atau keinginan untuk menghabisi nyawa korban. Pasalnya, waktu peristiwa tragis itu terjadi, Andang hendak membeli rokok di sebuah warung dan melewati depan rumah korban. Disaat yang bersamaan korban yang melihat terdakwa langsung mengejar. Namun, waktu itu terdakwa lari hingga sampai di warung untuk membeli rokok. Setelah mendapat barang yang diinginkan, Andang pulang dengan mengambil jalan memutar.

Tak disangka, ternyata korban sempat mengambil senjata tajam. Tiba-tiba, korban kembali menghampiri terdakwa dan menabraknya dari belakang dengan menggunakan kendaraan bermotor. Setelah menabrak korban kemudian turun dari kendaraan dan memukulnya. Terdakwa mengambil batu bata dan dipukulkan mengenai dada korban. Korban kemudian mengeluarkan pedang yang telah ia bawa. Namun, terdakwa berhasil merebut senjata tajam itu. Kemudian ditusukkan ke bagian perut dan dada korban hingga tewas di lokasi kejadian.

“Klien saya ini terpaksa membela diri karena hendak dibunuh oleh korban. Bukan melawan korban. Masak, ada tindakan mengancam diri harus diam saja?” terang pengacara di LBH Mawar Saron Solo tersebut.

Sementara, istri terdakwa, Sri Wahyuni (53) mengaku, suaminya tidak memiliki niatan untuk balas dendam kepada terdakwa. Meski, dirinya mengetahui bahwa di kampung keduanya memang tidak akur.

“Sebelum kejadian tersebut memang keduanya (korban dan terdakwa —Red) sudah tidak akur. Tapi, suami saya tidak pernah mengutarakan untuk membenci korban dan membalasnya,” aku Sri.

Terkait banding yang diajukan oleh terdakwa, Sri dan keluarganya sangat mendukung. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Andang hanya sebatas mempertahankan hidup dari serangan korban yang hendak membunuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge