0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Pembunuhan Kerten Divonis 10 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pembunuhan Kerten, Laweyan, Andang Yunardo (55) usai menjalani sidang putusan di PN Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Solo menjatuhkan vonis terhadap terdakwa kasus pembunuhan di Gang Walet, Kerten, Laweyan, Solo, Andang Yunardo (55) selama 10 tahun penjara. Terdakwa dinilai oleh majelis hakim melakukan perlawanan hingga mengakibatkan korban, Rudi Giartono alias Gembeng (45), warga Kerten RT 02/ RW 02 Laweyan, Solo tewas tak jauh dari rumah tinggalnya.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa selama 10 tahun dikurangi masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Mion Ginting, Rabu (11/11) siang.

Vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa, lebih rendah empat tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ari Panca. JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara. Meski begitu, terdakwa menyatakan banding dengan putusan vonis yang dibacakan majelis hakim.

“Kami mengajukan banding,” kata terdakwa usai mendengar putusan hakim.

Kasus pembunuhan tersebut bermula, saat terdakwa sedang melintas di rumah korban pada pertengahan Mei 2015 silam. Terdakwa tiba-tiba dikejar oleh korban, tetapi ia berhasil lolos kemudian lari ke warung membeli rokok. Terdakwa setelah itu pulang melalui jalan belakang rumah, tetapi korban tiba-tiba datang dengan mengendarai motor menabrak dari belakang. Korban ternyata sebelumnya pulang mengambil pedang yang diselipkan di pinggangnya untuk menghadang terdakwa.

Setelah menabrak, korban kemudian turun dari kendaraan dan memukulnya. Terdakwa mengambil batu bata dan dipukulkan mengenai dada korban. Korban kemudian mengeluarkan pedang yang telah ia bawa. Namun, terdakwa berhasil merebut senjata tajam itu, kemudian ditusukkan ke bagian perut dan dada korban hingga tewas di lokasi kejadian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge