0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apindo Karanganyar Keberatan UMK 2016

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) buruh pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Karanganyar — Penetapan Upah Minimum Regional (UMK) Karanganyar tahun 2016 sebesar Rp 1.442.000 disayangkan sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Meski tertinggi se-Soloraya namun Apindo menyayangkan keputusan Pemkab dan Gubernur Jateng karena dinilai kurang mengakomodasi kondisi sejumlah perusahaan.

“Kami akan menghadari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Daya tahan perusahaan dan kompetensi buruh belum diuji. Apakah mampu bersaing dengan pihak luar. Kami harap Gubernur bersikap arif,” jelas Wakil Ketua Apindo Karanganyar, Joko Mulyono saat dihubungi wartawan, Selasa (10/11)

Joko juga mengungkapkan kemungkinan terburuk perusahaan menangguhkan pembayaran upah sesuai UMK 2016. Apabila solusi itu pun tidak dapat ditanggung perusahaan maka pemutusan hubungan kerja (PKH) menjadi solusi berikutnya.

“Ya mau kemana lagi kalau sudah menangguhkan, tetapi tetap enggak bisa bayar. Jual aset dan PHK. Ini kami tempuh dulu jalurnya, kirim surat ke Gubernur. Kami lihat bagaimana efeknya,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Karanganyar, Haryanto, mengapresiasi keputusan Pemkab menggunakan Pergub ketimbang PP. Nilai UMK 2016 setara dengan 100% KHL 2015.

“Alhamdulillah, harusnya seperti itu. Enggak usah udrek-udrekan. Langkah awal yang baik mengantisipasi UMK ke depan. Kami sambut baik langkah Bupati pakai Pergub,” ungkap dia saat dihubungi wartawan, Selasa (10/11).

Di sisi lain, dia juga memaklumi apabila sejumlah perusahan berupaya menggunakan hak penangguhan upah. Haryanto menuturkan langkah itu sah asalkan sesuai aturan. Dia menilai hal itu wajar.

“Penangguhan upah sudah diatur mekanismenya. Diperbolehkan, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Seperti, ada persetujuan dari karyawan dalam hal ini yang tergabung dalam serikat kerja, ada masa penangguhan, berapa yang akan ditangguhkan, dan lain-lain. Kalau itu terpenuhi, silakan,” tutur Haryanto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge