0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Dugaan Intimidasi, Panwaslu Persilahkan Melapor

dok.timlo.net/daryono
Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo mempersilahkan masyarakat yang merasa mendapat intimidasi untuk melapor ke Panwaslu. Panwaslu tidak akan menanggapi keluhan adanya intimidasi jika hanya berupa keluhan atau statemen di media massa.

“Silahkan masyarakat yang merasa diintimidasi secara resmi lapor ke Panwas. Bentuknya apa, kejadiannya apa, yang dilaporkan siapa? Akan ditindaklanjuti. Jangan sekedar ngudoroso, jangan hanya berkeluh kesah,” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Selasa (10/11).

Diberitakan sebelumnya, Relawan Anung-Fajri (AFi) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku mendapat intimidasi dari pendukung pasangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo. Saat melakukan direct selling (kampanye door to door), Jumat (6/11) lalu, relawan PKS mengaku diintimidasi dengan cara digleyer sepeda motor. Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemenangan AFi, Sugeng Riyanto, kepada wartawan.

Sumanta melanjutkan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima adanya laporan dugaan intimidasi yang dimaksud. Ia mendorong agar pihak-pihak yang merasa mendapat intimidasi melapor ke Panwaslu.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo, Putut Gunawan mengatakan apa yang disebut sebagai intimidasi bukan dilakukan oleh tim pemenangan Rudy-Pur. Hal itu dilakukan oleh warga masyarakat yang lantaran geram dengan langkah relawan AFi yang melakukan pelanggaran dengan membagikan leafleat di masjid-masjid.

“Jangan dipotong sebagai intimidasi. Bagi-baginya leafleatnya jangan di masjid dong. Itu bukan kita. Itu aksi spontanitas warga sebagai reaksi atas pembagian leafleat di masjid. Kita saling mengkoreksi, kita patuhi aturannya,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge