0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Regulasi Tak Boleh, Mulai 2016 PKMS Silver Resmi Tak Berlaku

dok.timlo.net/red
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/red)

Solo — Mulai tahun depan, PKMS Silver resmi tak bisa lagi digunakan. Hal ini lantaran upaya memasukkan anggaran PKMS Silver senilai Rp 7,2 Miliar di pos bantuan sosial (Bansos). Rancangan APBD 2016 tidak diperbolehkan.

“Rencana menganggarkan PKMS Silver tidak memungkinkan karena regulasi tidak memungkinkan. Dari Rp 13 Miliar, PKMS hanya dianggarkan untuk PKMS gold sebesar Rp 5,8 Miliar,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto, Selasa (10/11).

Sebelumnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Banggar DPRD Solo menyiapkan Rp 13 Miliar untuk membayar premi pemegang PKMS Gold dan Silver. Hal itu seiring ketentuan pemerintah yang mengharuskan peleburan PKMS ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun, dari hasil konsultasi ke pemerintah pusat, alokasi anggaran untuk membayar premi pemegang PKMS Silver tidak diperbolehkan. Upaya memasukkan ke pos bantuan sosial (Bansos) juga tidak di perkenankan lantaran pemegang PKMS silver bukan kategori warga miskin atau rentan miskin.

Seiring penghapusan PKMS Silver, TAPD dan Banggar mengalokasikan anggaran cadangan PKMS senilai Rp 2,5 Miliar. Anggaran itu bakal dimanfaatkan untuk masyarakat yang tidak masuk PKMS Gold namun rentan miskin lantaran jatuh sakit.

“Kita cadangkan Rp 2,5 Miliar untuk menyikapi perkembangan-perkembangan rentan miskin. Namun datanya harus akurat, bisa by name by addres,” beber dia.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti membenarkan tidak dianggarkannya lagi PKMS Silver lantaran terbentur regulasi. Sebagai gantinya, Pemkot menyiapkan anggaran cadangan sebesar Rp 2,5 Miliar.

“Peserta Silver ini memang tidak termasuk miskin.Jadi tidak masuk dalam SK (Surat Keputusan) Walikota yang memuat nama warga miskin. Tetapi begitu terkena sakit berat, langsung jatuh miskin karena tak punya cadangan pendapatan. Karenanya kami minta pendataan ulang dilakukan secara valid,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge