0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Case Study Program, Tim USAID Kunjungi UMS

timlo.net/eko prasetyo

Tim USAID Kunjungi UMS

Sukoharjo – Tim USAID Higher Education Leadership and Management, Dr Berth Golstein (Advisor from Kentucky University, Amarika) dan Martha Silalahi (Action Research Program Assosiate) mengunjungi kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kedatangan mereka untuk membuat case study program riset aksi UMS. Keduanya diterima Wakil Rektor I (UMS) Dr Muhammad Dai dan WR III, Prof Dr Muhammad Wahyuddin, di ruang rektorat UMS, Selasa (10/11).

”Kami ingin melihat lagi adanya peluang yang bisa digarap bersama lembaga penelitian UMS. Saya puas melihat apa yang telah tercapai dari kegiatan itu,” jelas Martha Silalahi.

Martha mengatakan, USAID Higher Education Leadership and Management atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika telah lama melakukan kerjasama program penelitian dengan UMS. Secara intensif kerjasama diwujudkan dalam berbagai program, diantaranya tentang penguatan penelitian sehingga mendorong tumbuhnya jurnal internasional.

Sedangkan, Berth Golstein lebih tertarik menanyakan tentang sistem manajemen yang dijalankan perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah ini. Salah satunya tentang pengelolaan antara UMS dibanding dengan perguruan tinggi lain, seperti UMY dan UMM.

”Bagaimana cara pengelolaan UMS dibanding UMY dan UMM,” kata Berth penasaran.

Menjawab pertanyaan itu, Muhammad Dai mengungkapkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti UMS yang merupakan salah satu amal usaha perserikatan, diberikan otonomi dalam mengatur kehidupan kampusnya. Namun tetap menjaga misi dan visi organisasi.

”Misalnya, soal gaji karyawan, pengembangan SDM dan fasilitas kampus bisa jadi berbeda dengan UMM dan UMY. Namun inti pembelajarannya tidak boleh keluar dari roh Muhammadiyah,” paparnya.

Kepada wartawan, Dai mengungkapkan, kehadiran Tim USAID salah satunya untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah dikerjasamakan sejak tahun 2013 tersebut dengan UMS.

“Mereka itu ingin melihat progresnya, tentang apa yang telah dikerjasamakan. Selama ini, kerjasama dalam bentuk program, bukan hibah,” jelasnya.

Karena itu, Dai mengusulkan agar bantuan itu sekali waktu berwujud hibah.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge