0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Marak, Perburuan Hewan Langka di Wonogiri

Alas Kethu Wonogiri, tempat hidup sejumlah rusa dan satwa langka (dok.timlo.net/red)

Wonogiri — Maraknya perburuan satwa liar dikeluhkan masyarakat Wonogiri, terlebih lagi jenis satwa tersebut dilindungi. Satwa yang jadi incaran para pemburu biasanya memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

“Dulu yang pemburu yang datang ke sini biasanya hanya berburu celeng (babi hutan), tapi kok lama-kelamaan kidang juga ditembak,” ujar pecinta satwa langka asal Kecamatan Ngadirojo, Wisnu, Selasa (10/11).

Populasi kidang atau rusa sendiri tersebar di beberapa kecamatan di Wonogiri. Menurut Wisnu, Kidang banyak mendiami beberapa perbukitan, yang memanjang terhubung dengan beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Baturetno, Tirtomoyo, Karang Tengah dan Giriwoyo, dan Kecamatan Eromoko.

“Ya kalau celeng (babi hutan) itu tidak masalah, itu kan hama. Kami malah berterima kasih,” ungkapnya.

Dikatakan, kidang atau rusa merupakan satwa liar yang dilindungi .Jika dibiarkan perburuan ini berlanjut, populasi rusa akan punah. Wisnu juga menyebut, perburuan rusa juga marak di wilayah Wana Wisata Alas Kethu, Wonogiri. Tak hanya rusa saja yang jadi incaran para pemburu, sejumlah binatang dilindungi, seperti landak, dan trenggiling pun juga disasar. Hewan-hewan tersebut konon memiliki nilai ekonomisnya tinggi. Selain dagingnya dikonsumsi, ada beberapa jenis hewan langka yang diperuntukkan sebagai obat.

Wong tidak diburu saja, populasinya sedikit, apalagi diburu,” katanya.

Wisnu berharap, adanya sanksi terhadap para pemburu satwa liar yang dilindungi tersebut. Masih lanjut dia, kebanyakan pemburu liar tersebut berasal dari luar kota, seperti Solo dan DiY. Namun ada pula warga lokal Wonogiri yang ikut-ikutan memburu kawanan Rusa tersebut.

“Biasanya mereka berburu disaat malam hari,berjumlah lebih dari dua orang,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge