0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampah Plastik Disulap Jadi BBM Setara Pertamax

dok.timlo.net/nanang rahadian
Petugas memasukkan sampah ke drum reaktor (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Sampah anorganik yang didominasi sampah plastik selama ini menjadi problem tersendiri. Selain tak dapat diurai, kualitas sampah tertentu saja yang bisa di daur ulang menjadi berbagai macam barang. Namun, para pakar lingkungan hidup mitra PNPM mandiri perkotaan di Desa Buran, Tasikmadu, Karanganyar berhasil mengubah sampah anorganik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara Pertamax.

“Sampah akan dipanasi dalam drum reaktor dengan suhu tinggi untuk melelehkan material di dalamnya hingga dihasilkan asap cair. Proses selanjutnya dengan menyuling hingga dihasilkan minyak,” ujar Anim Kartono, teknisi perangkat destilasi pyrolysis kepada wartawan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu reduce reuse recycle (TPST 3R) ‘Barokah’, Desa Buran, Tasikmadu, Senin (9/11).

Pada prinsipnya, lanjut alumni Fakultas Teknik Industri ITB itu, destilasi pyrolysis mengurai kembali unsur kimia polymer dari sampah plastik yang mengandung hidrokarbon berstruktur dasar seperti minyak bumi. Nah, pemanasan di drum reaktor berfungsi mengembalikan plastik menjadi minyak dengan memotong rantai panjang hidrokarbon.

“Dihasilkan BBM cair sekitar 20 persen dari total berat sampah yang masuk ke drum setelah dibakar selama empat jam,” kata pria asal Brebes ini.

Anim menjelaskan hasil uji di lab Kementerian ESDM pada 2012 lalu menunjukkan BBM cair hasil destilasi pyrolysis memiliki angka Oktan 92 atau setara Pertamax. Selama ini , BBM hasil pengolahan  baru dimanfaatkan menjadi bahan bakar mesin diesel alat pencacah sedangkan residu pembakaran berbentuk arang dipakai untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

“Ongkos operasional sudah tertutup dengan BBM yang dihasilkan, jika nanti bisa dalam skala besar diharapkan bisa menghasilkan keuntungan,” kata Anim.

Koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Karanganyar, Dade Syarifudin mengatakan, model pengolahan BBM dari bahan baku sampah anorganik merupakan solusi tepat mengatasi problem sampah.

“Sekitar 70 persen sampah kota dari bahan plastik. Kami akan meminta DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) menyuplai bahan baku dari TPA Sukosari Jumantono karena di sini kehabisan sampah yang akan diolah,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge